Lifestyle

Dari Kasus Lady Gaga, Ini Alasan Kekerasan Seksual Biasa Terjadi di Dunia Hiburan

Berdasarkan laporan dari ILO, salah satu penyebab terjadinya kekerasan seksual di industri hiburan adalah tidak adanya kesetaraan gender


Dari Kasus Lady Gaga, Ini Alasan Kekerasan Seksual Biasa Terjadi di Dunia Hiburan
Lady Gaga ialah bintang pop terkenal yang pernah mengalami pelecehan seksual saat meniti karir di dunia hiburan. (Instagram/ladygaga)

AKURAT.CO, Becermin dari Lady Gaga yang mengalami kekerasan seksual, memang tidak bisa dipungkiri bahwa industri hiburan termasuk salah satu tempat kerja yang banyak terjadi kasus kekerasan seksual.

Data dari International Labour Organization (ILO) yang berjudul 'Policy Brief on Sexual Harassment in The Entertainment Industry' yang dirilis pada bulan November 2020, menunjukkan bahwa kekerasan seksual kerap terjadi di industri hiburan.

Sebanyak 53% kasus kekerasan di industri hiburan terjadi pada sektor hiburan live yakni musik, tari, opera, teater dan variety show. Sedangkan 25% lainnya terjadi di sektor produksi film dan televisi, 18% di broadcasting, 3% di sound recording atau rekaman musik dan 1% di voice over atau dubbing.

Lalu, apa penyebab kekerasan seksual banyak terjadi di industri hiburan?

Berdasarkan laporan dari ILO, salah satu penyebab terjadinya kekerasan seksual di industri hiburan adalah tidak adanya kesetaraan gender. Lalu, industri hiburan masih didominasi oleh pria.

Ketimpangan gender ini, akhirnya menghambat wanita memiliki partisipasi penuh di ranah pekerjaan dunia hiburan. Wanita pun hanya jadi bagian kecil dari industri ini sehingga jarang mendapatkan posisi layak di berbagai bidang kerja.

Wanita cenderung dibayar lebih rendah daripada pria untuk pekerjaan yang sama dengan tanggung jawab serupa. Belum lagi masalah kontrak yang mana wanita mendapatkan kontrak tidak tetap sehingga membahayakan posisinya saat bekerja.

Stereotip yang memandang wanita sebagai objek seksual membuat wanita di industri hiburan lebih rentan mendapatkan perlakuan kekerasan. Inilah yang membuat wanita seringkali mengalami kekerasan seksual di industri hiburan maupun ranah pekerjaan lainnya.[]