News

Ini Penyebab Banjir Rob Rendam Pesisir Jakarta Utara

Rata-rata tinggi genangan akibat banjir rob setinggi 20-50 sentimeter


Ini Penyebab Banjir Rob Rendam Pesisir Jakarta Utara
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal. (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO  Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengungkap penyebab banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jakarta Utara.

Yusmada mengatakan, banjir rob terjadi karena limpasan air laut melampaui tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sepanjang pesisir Ibu Kota.

Seperti diketahui, beberapa titik di pesisir Jakarta kemarin terendam banjir rob. Banjir menutup Jalan Lodan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Muara Baru, dan Kawasan Si Pitung Marunda. Laut pasang terjadi pada pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, dan mulai surut di siang hingga malam hari. 

"Perlu diketahui, banjir rob terjadi akibat air laut yang melimpas melewati tanggul karena tinggi tanggul eksisting saat ini tidak dapat menahan gelombang pasang air laut, terutama jika tinggi muka air laut melebihi +240 PP," katanya, Selasa (7/12/2021). 

Akibat banjir yang disebabkan naiknya permukaan air laut, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat terganggu. Sebab, air mengalir cukup deras dari limpasan air yang melewati tanggul. Sehingga menyulitkan masyarakat beraktivitas dengan mudah seperti pada situasi normal. 

"Rata-rata tinggi genangan yang terjadi akibat banjir rob tersebut setinggi 20-50 sentimeter," katanya. 

Untuk jangka panjang, pihaknya berencana membangun polder penampungan air untuk mencegah banjir rob terus terjadi. Polder itu, kata Yusmada akan terintegrasi dengan tanggul laut NCICD. Dia meyakini keberadaan polder penampungan itu akan membantu saat banjir rob datang. Sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. 

"Dinas SDA juga berencana akan membangun 2 sistem polder pesisir yaitu Polder Kamal dan Polder Marunda, yang pembangunannya terdiri dari Pintu Air, Pompa, dan Waduk. Polder tersebut nantinya akan terintegrasi dengan tanggul NCICD yang saat ini masih berproses," katanya.[]