Lifestyle

Oh My God! Kok Bisa, Seks Itu Enak Banget Ya?

Siapapun yang pernah berhubungan seks, tentu tahu betapa menyenangkannya mengalami orgasme. Inilah alasan ilmiah mengapa kamu bisa bahagia karena seks.


Oh My God! Kok Bisa, Seks Itu Enak Banget Ya?
Ilustrasi seks (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Seks adalah bagian penting dari kehidupan dan kesejahteraan seseorang. Dan bagi kamu yang sudah pernah berhubungan seks, tentu saja tahu betapa menyenangkannya mendapatkan orgasme.

Sebenarnya, kamu tidak harus mencapai klimaks untuk mendapatkan efek menyenangkan dari seks, tetapi kamu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa saat mengalami orgasme. Mengapa demikian?

Melansir dari Healthline, otak adalah pusat dan sumber "kesenangan" saat berhubungan seks. Sebab, otaklah yang berperan melepaskan hormon yang mendukung kenikmatan seksual dan menafsirkan rangsangan sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Saat berhubungan seks, sinyal fisik yang dirasakan oleh tubuh akan mengirimkan sinyalnya melalui saraf ke otak. Di sini, otak akan bereaksi dengan melepaskan hormon yang membuat kamu mengalami kesenangan yang luar biasa.

Seksolog Laura McGuire, PhD, menjelaskan, ada tiga alasan fisiologis utama seseorang merasakan kenikmatan seksual, yaitu  saraf pudendal, dopamin, dan oksitosin.

Saraf pudendal adalah saraf super sensitif yang memungkinkan alat kelamin mengirim sinyal ke otak. Pada wanita, saraf pudendal memiliki cabang di klitoris, anus, dan perineum. Pada pria, saraf pudendal bercabang ke anus, perineum, dan penis.

"Penting bagi wanita untuk menyadari bahwa saraf ini tidak memiliki banyak konsentrasi di dalam saluran vagina. Sebagian besar ujung saraf pudendal terfokus pada klitoris. Itulah mengapa umum bagi orang yang memiliki vulva kesulitan untuk mencapai orgasme hanya dari seks penetrasi, dan mengapa klitoris sering dianggap sebagai pembangkit tenaga kenikmatan seksual wanita," kata Dr. McGuire.

Saraf pudendal akan mengirim sinyal dari alat kelamin ke otak saat berhubungan seks, dan kemudian otak melepaskan dopamin dan oksitosin, yang menyebabkan banjir perasaan bahagia dan menyenangkan. 

Oksitosin dilepaskan saat berhubungan seks dan orgasme, tetapi juga dilepaskan saat seseorang melahirkan untuk membantu wanita merasa terikat dengan bayinya. Ini jugalah yang membuat kamu merasa teringat dan istimewa dengan pasanganmu.

"Oksitosin sering disebut 'hormon cinta'. Itulah yang membuat kita merasa terikat pada orang atau benda," imbuh Dr. McGuire.

Seperti oksitosin, dopamin membantu otak membuat koneksi. Ini menghubungkan kesenangan emosional dengan kesenangan fisik saat berhubungan seks.  Secara sederhana, oksitosin dan dopamin adalah hormon yang membuat seseorang merasa bahagia dan nyaman. 

Yang menarik, otak juga kadang menganggap gairah seksual sebagai trauma. Saat kamu terangsang, detak jantungnya meningkat, suhu tubuhnya naik, dan otot-ototnya tegang. Ini merupakan gejala yang sama saat tubuhmu bermasalah. Pada saat otak membaca gejala-gejala ini, otak akan melepaskan hormon yang membuatmu merasa tenang. 

"Orgasme adalah pelepasan besar-besaran hormon perasaan baik yang membuat kamu dalam keadaan kesadaran meditatif," kata  Lawrence Siegel, seorang seksolog klinis dan pendidik seksualitas bersertifikat dari Amerika Serikat.[]