News

Ini Penjelasan Dirut PAM Jaya Soal Pemangkasan Anggaran

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyayangkan keputusan Pemprov DKI Jakarta memangkas penyertaan modal daerah (PMD) untuk PAM Jaya.


Ini Penjelasan Dirut PAM Jaya Soal Pemangkasan Anggaran
Ilustrasi air bersih untuk wisalayah pedesaan (INSTAGRAM/nieknia)

AKURAT.CO, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyayangkan keputusan Pemprov DKI Jakarta memangkas penyertaan modal daerah (PMD) untuk PAM Jaya sebesar 79 persen dalam usulan anggaran tahun 2022.

Semula, PAM Jaya mengusulkan besaran anggarannya senilai Rp276 miliar. Namun Pemprov DKI Jakarta memangkasnya sampai menyisakan Rp57 miliar untuk anggaran tahun 2022.

Menanggapi itu, Dirut PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengungkapkan bahwa pemangkasan itu terjadi saat pembahasan. Namun, pihaknya dapat merasionalisasi capaian dan income PAM Jaya kepada Pemprov DKI. Sehingga Pemprov DKI menaikan besaran PMD menjadi Rp98 miliar. 

"Oh nggak. Nggak Rp57 miliar. Jadinya Rp57 miliar ditambah Rp41 miliar. Karena pada saat pembahasan memang Rp57 miliar. Terus kemudian ada proses di mana, oh pendapatan (PAM Jaya) nya bisa naik sehingga incomenya dari sisi pendapatannya bisa naik. Sehingga ada penambahan PMD untuk PAM. Dan (anggaran untuk) kita (PAM Jaya) kemaren itu yang disetujui Rp57 + 41 miliar. Jadi Rp98 miliar," katanya, Jumat (15/10/2021). 

Memang diakuinya, PAM Jaya mengajukan Rp276 miliar PMD DKI ke Pemprov DKI Jakarta. Anggaran sebesar itu, kata dia, akan digunakan untuk berbagai macam keperluan. Misalnya Rp41 miliarnya untuk pembuatan kios air untuk penghuni rumah susun (Rusun) di Jakarta. 

Lalu, Rp10 miliar digunakan untuk pembangunan instalasi sistem penyediaan air minum (SPAM) Ciliwung. Sisanya atau setara Rp230 miliar digunakan untuk pembangunan SPAM Pesanggrahan. 

"Memang SPAM Pesanggarahan ini adalah sistem penyediaan air minum yang kita bangun sejak dari instalasi penjernihan airnya sampai ke jaringan perpipaannya," katanya. 

Dia juga mengakui kebutuhan anggaran untuk program-program penyediaan air bagi masyarakat Jakarta sangat tinggi. Jadi, kata dia, sekalipun Pemprov DKI hangabulkan permohonan penyertaan modal daerah senilai Rp276 miliar, tetap saja belum cukup. Terutama untuk program pipanisasi hingga menjangkau seluruh masyarakat Jakarta. 

"Kebutuhan kita untuk itu memang besar. Jadi, event itu kemrin memang diberikan itu juga belum cukup. Sehingga ini adalah pilihan di saat pandemi. Memang kami membutuhkan lebih banyak sebetulnya saat ini sedang diproses," ungkapnya. 

Dengan adanya tambahan anggaran sebesar Rp41 miliar itu, pihaknya masih tetap bisa menjalankan program pipanisasi hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 

"Jadi yang Rp41 miliar itu tetap jalan untuk yang daerah-daerah yang belulm mendapat jaringan perpipaan. Kami buatkan kios air," ungkapnya.[]