News

Ini Motif Kasus Teror Pelemparan Kepala Anjing ke Rumah Jaksa di Pekanbaru

Polisi mengungkap motif tindakan teror pelemparan kepala anjing di rumah jaksa


Ini Motif Kasus Teror Pelemparan Kepala Anjing ke Rumah Jaksa di Pekanbaru
Ilustrasi tindakan kriminal (Pixabay/Klaus Hausmann)

AKURAT.CO, Kepolisian Daerah Riau mengungkapkan motif kasus teror pelemparan kepala anjing ke rumah Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Riau Muspidauan, yakni adanya pergantian kepengurusan Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru.

"Karena terjadinya pergantian pengurus ini membuat tersangka IW (37) merasa ketakutan akan kehilangan pekerjaan dan kehilangan rumah tempat berteduh untuk anak isterinya," kata Kepala Polda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Jumat (12/03/2021).

Tersangka pelemparan diketahui baru satu bulan bekerja menjadi tenaga pengamanan di kantor LAMR Pekanbaru dan menempati salah satu rumah di belakang kantor tersebut. Itulah yang membuatnya bersama tersangka BB (37), yang kini dalam pengejaran, melemparkan kepala anjing ke rumah Muspidauan yang juga merupakan pimpinan LAMR Pekanbaru.

Dia menggunakan sepeda motor berplat merah yang dititipkan negara kepadanya tapi kemudian justru digunakan untuk meneror dengan membuang kepala anjing yang telah ditancapkan pisau.

Selain rumah Muspidaun teror ini juga menimpa rumah Nasir Penyalai yang merupakan Sekretaris LAM Provinsi Riau dengan melempari bensin. Tiga pelaku teror telah diamankan polisi pada Rabu (10/03/2021).

"Cara-cara teror seperti ini adalah cara-cara kriminal, dan kami yang bertugas di bidang hukum tentu akan menghentikannya. Kami menegaskan kasus ini belum selesai dan kami akan tetap mengusut untuk menuntaskannya," ujar Agung.

Kapolda Riau mengungkapkan bahwa pihaknya sangat siap dalam melawan para pelaku teror. Agung mengatakan bahwa meneror ini sangat tidak beradab karena saat ini jalur komunikasi sangat terbuka atau juga bisa menempuh dengan saluran hukum jika ada hal yang belum puas.

Teror dianggap menjadi tujuan bila maksud mereka tidak tercapai."Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta dan Direktorat Kriminal Umum Polda Riau yang telah berhasil mengungkapkan kasus ini," ujar Agung.

Muspidauan adalah pimpinan LAMR Kota Pekanbaru sesuai hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) II pada 24 Januari 2021. Musdalub II ini adalah semacam bentuk tandingan terhadap Musdalub pertama pada Maret 2020 yang berhasil menunjuk Datuk Yose Saputra sebagai Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Kota Pekanbaru.

Sumber: ANTARA