Ekonomi

Ini Loh Cara Mengurangi Beban Pajak, Bukan Menghindari Ya!

Sebagai warga negara yang baik Anda harus membayar pajak secara tepat waktu dan tepat jumlah.


Ini Loh Cara Mengurangi Beban Pajak, Bukan Menghindari Ya!
Petugas membantu warga yang akan melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak Tahunan untuk pribadi secara online (eFiling) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Tanah Abang Dua, Jalan KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat, Selasa (13/3). Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau seluruh Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan Surat Penghasilan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi per tanggal 31 Maret 2018 dan 30 April 2018 untuk badan atau perusah (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum.

Sebagai warga negara yang baik Anda harus membayar pajak secara tepat waktu dan tepat jumlah. Namun, kewajiban membayar pajak seringkali terasa membebani.

Banyak orang sering mengeluh ketika harus membayar pajak karena manfaatnya tidak dirasakan secara langsung. Serupa halnya seperti ketika membayar premi asuransi jiwa dimana manfaatnya tidak dirasakan pada saat itu juga.

Tetapi perlu diketahui bahwa pajak yang anda bayarlah yang membuat negara yang ditinggali bisa terus maju.

Tetapi tahukah anda bahwa sebenarnya ada cara-cara untuk mengurangi pajak tahunan yang terasa memberatkan? Tunggu dulu, mengurangi pajak bukan berarti menghindari dan melanggar aturan

Simak nih, 5 cara cerdas untuk mengurangi pajak tahunan yang sering dilakukan orang-orang sukses, diantaranya :

1. Tingkatkan Kontribusi Dana Pensiun

Kontribusi terhadap dana pensiun merupakan salah satu pengurang pajak penghasilan. Besarnya dana yang Anda bayarkan setiap bulan untuk kontribusi dana pensiun tersebut akan digunakan sebagai pengurang jumlah penghasilan yang dikenakan pajak. 

Selain mengurangi beban pajak, meningkatkan dana pensiun juga memilikimu keuntungan lain seperti  menghindar sifat boros karena uang ditabung untuk hari tua bukan terbuang percuma. Dan dana pensiun yang Anda miliki akan semakin besar. Karena semakin besar dana pensiun yang Anda kumpulkan maka kesejahteraan di masa tua nanti akan semakin terjamin.

2. Berinvestasi pada Produk Investasi dengan Pajak Rendah

Investasi adalah satu-satunya cara untuk mencapai kebebasan keuangan. Selain memberikan keuntungan secara tunai, investasi juga dapat memberikan keuntungan pajak bagi para investor. 

Anda bisa memilih beberapa produk investasi hanya dikenakan pajak final yang sangat kecil. Misalnya saja saham dan reksa dana. Pajak final yang dikenakan kepada investor atas penghasilan penjualan saham adalah sebesar 0,1 persen. Sementara untuk investasi reksa dana pajak yang dikenakan adalah 0 persen alias tidak ada. 

3. Alihkan Aset Pada Orang Lain

Beberapa pajak dikenakan dengan skema progresif, misalnya, kendaraan bermotor seperti mobil. Anggaplah kamu hendak membeli mobil kedua dan ketiga. Supaya beban pajak pribadi yang harus kamu bayar kelak tidak banyak, kamu bisa mengatasnamakan mobil tersebut atas nama keluarga sehingga tidak terkena pajak progresif.

Misalnya gunakan nama pasangan atau nama anak untuk kendaraan baru yang akan Anda beli. Dengan begitu pajak akan terdistribusi sehingga Anda dapat membayar pajak dengan angka yang terendah.

4. Simpan Bukti Potong Pajak

Setiap kali kamu mendapatkan penghasilan atau honor, misalnya dalam kapasitas kamu sebagai profesional. Jangan lupa, bukti potongan pajak dapat membantu Anda mengurangi pajak.

Selain bisa membantu tertib administrasi keuangan, kamu juga bisa menghindarkan diri dari pembayaran pajak dobel hanya karena kamu tidak bisa membuktikan bahwa pendapatan tersebut telah dipotong pajak.

5.  Bayar Zakat

Bila Anda beragama Islam dan memiliki kewajian membayar zakat, Anda bisa memanfaatkan aktivitas pembayaran zakat ini untuk mendukung efisiensi beban pajak.

Zakat yang dibayarkan oleh seseorang melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bisa menjadi pengurang beban pajak Anda, yaitu pajak penghasilan (Pph).

Mekanismenya, cantumkan jumlah zakat yang telah Anda bayarkan melalui BAZNAS di kolom penghasilan bruto.

Jangan lupa pula melampirkan bukti setor zakat dari BAZNAS dalam laporan pajak tahunan Anda. Ketentuan ini sudah berlaku sejak tahun 2001.[]