Tech

Ini Langkah Preventif yang Bisa Dilakukan Agar Tidak Terjadi Peretasan

Ini Langkah Preventif yang Bisa Dilakukan Agar Tidak Terjadi Peretasan

AKURAT.CO Perbedaan kultur kerap menjadi kendala dalam mengurus peretasan akun media sosial. Karena itu, setiap individu sebaiknya memelihara media sosial dengan baik sejak awal dengan melengkapi data-data yang diperlukan.

Founder-Komisaris Lenere Business Suite, Eko Prasetyo mengatakan, pengurusan akun media sosial yang diretas harus mengikuti kewenangan platform. Instagram misalnya, struktur dan peraturannya mengikuti Amerika Serikat dan tentunya berbeda dengan pengelola-pengelola platform di Indonesia. Umumnya cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Caranya mungkin tidak akan nyaman, karena kultur berbeda. Yang bisa dicoba adalah menghubungi customer service (cs), tapi balik lagi, kita dianggap dunia ketiga oleh mereka," kata Eko saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (30/9/2022).

baca juga:

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Sebagai individu cakap digital, lanjut dia, harus memelihara media sosial dengan baik. Lakukan upaya preventif agar tidak terjadi peretasan. Dimulai membuat password kuat, kemudian hindari klik link sembarangan, dan melengkapi data-data pribadi yang dibutuhkan.

"Jangan sampai kosong saja, karena begitu kena hack, itu akan sulit di-recovery, karena mereka akan menanyakan identitas kita. Kita harus memposisikan diri berada di posisi support medsos. Bagaimana mereka tahu itu instagram kita, kalau data yang ada di akun tersebut kosong," kata Eko.

Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Founder - Komisaris Lenere Business Suite, Eko Prasetyo. Kemudian Dosen STIKOSA AWS dan Bendahara RTIK Surabaya, E. Rizky Wulandari, S.Sos, M.I.Kom, serta mengundang Jurnalis dan Relawan TIK, Guntur Rahmatullah.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi