Ekonomi

Ini Jeritan Pilu Pedagang Tanah Abang Karena PPKM Darurat Diperpanjang

pemerintah secara resmi memutuskan memperpanjang PPKM Darurat Jawa-Bali maupun di luar wilayah tersebut hingga 25 Juli 2021.


Ini Jeritan Pilu Pedagang Tanah Abang Karena PPKM Darurat Diperpanjang
Petugas Satpol PP melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (9/5/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Pemerintah secara resmi memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali maupun di luar wilayah tersebut hingga 25 Juli 2021. Dimana perpanjangan tersebut dilakukan pasca pemerintah menilai lonjakan kasus Covid-19 belum melandai signifikan.

Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah akan mulai membuka secara bertahap aturan selama PPKM Darurat, apabila pada 26 Juli kasus Covid-19 di Indonesia mulai mereda.

Melihat adanya perpanjangan PPKM Darurat tersebut, Farhan (25), yang merupakan salah satu pedagang di pasar Tanah Abang, menyesalkan keputusan pemerintah terkait perpanjangan PPKM darurat tersebut. 

"Kalo boleh jujur, perpanjangan PPKM ini saya tidak setuju, sebab sama sekali tidak ada pemasukan, sedangkan keperluan sehari-hari masih menunggu dibelakang, Jadi ini sangat disesalkan sekali dengan adanya perpanjangan PPKM," ucapnya ketika Akurat.co hubungi di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Tak sampai disitu, Farhan pun menyampaikan bahwasanya usaha miliknya sudah merambah ke sektor online, namun pemasukan yang didapat dari online tidak sebesar seperti sebelum PPKM Darurat. 

"Alhamdulillah online ada pemasukan, namun tidak sebanyak pada saat sebelum PPKM darurat, soalnya orang-orang (konsumen) juga berfikir dua kali untuk beli barang-barang," ucapnya. 

Soal Bantuan Sosial, lanjutnya, dirinya mengakui bahwa persyaratan untuk mendaftar bantuan sosial seperti PKH, Sembako dsb sangatlah rumit.

"Soal bansos, saya melihatnya agak rumit ya untuk mendaftar sebagai penerima manfaat saja harus tatap muka (offline) untuk menyerahkan berkas-berkas data yang dibutuhkan meskipun ke RT/RW, kenapa tidak by sistem atau secara online saja, tinggal upload berkas-berkas yang dibutuhkan, diverifikasi oleh pemerintah, selesai kita tinggal menunggu bantuan datang, yaa kalo seandainya gitu, ada masyarakatnya sekeluarga sedang isolasi mandiri terus tidak bisa keluar, bagaimana mau daftar, itu sih yang harusnya dibenerin oleh pemerintah," ucapnya. 

Seperti yang sudah diketahui, sebelumnya Pemerintah menggulirkan sejumlah bantuan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.