Lifestyle

Ini Harus Dilakukan Pada Anak Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

Apabila kita menjumpai anak yang harus kehilangan orangtua akibat COVID-19, apa yang perlu kita lakukan?


Ini Harus Dilakukan Pada Anak Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19
Ilustrasi anak sedih (Shutterstock)

AKURAT.CO Beberapa hari lalu sempat viral kisah seorang bocah kelas 3 sekolah dasar (SD) bernama Vino yang menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal saat terpapar Covid-19. 

Ibunya bernama Lina Safitri (31) meninggal dalam kondisi hamil lima bulan pada Senin (19/7/2021). Keesokan harinya, disusul sang ayah, Kino Raharjo (31). 

Belum sampai di situ kesedihan yang harus ditanggungnya, karena Vino juga terpapar Covid-19. Meski tidak bergejala, bocah berusia 10 tahun itu hanya menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Lantas, apabila kita menjumpai anak yang harus kehilangan orang tua akibat Covid-19, apa yang perlu dilakukan?

Menurut Psikolog Anak, Ajeng Raviando, penting bagi kerabat dari keluarga anak untuk menyadari kondisi kedukaan yang dialami oleh anak tersebut. Oleh karena itu, dia menyarankan agar orang dewasa di sekitar anak tidak mengutarakan kata 'jangan sedih ya'. 

"Kalau boleh saran jangan bilang 'jangan sedih ya', gak boleh. mereka berhak untuk sedih di kondisi ini. Kita lah yang perlu memaklumi bagaimana caranya bisa mendampingi mereka yang saat ini mengalami kehilangan," ujar Ajeng dalam acara ‘Jangan Takut Beri Vaksin untuk Anak’, dikutip pada Selasa (27/7).

Ajeng melanjutkan, cara yang bisa dilakukan orang terdekat anak yang kehilangan orang tua adalah dengan menanyakan kabar mereka setiap hari. Selain itu juga membantu mereka dan mengecek kondisi mereka melalui video call.

"Karena anak ini, ketika tidak ada orang tuanya bakal seperti apa. Apalagi harus terus berada di rumah seperti ini," katanya.

Ajeng menambahkan, penting melakukan penghiburan pada anak-anak yang kehilangan kedua orang tuanya.

"Saya rasa tentunya kita bisa upayakan yang terbaik menghibur anak yang sedang alami kedukaan dengan cara memahami anak sedang berduka, kita bantu anak bisa merefleksikan emosi-emosinya dan pada akhirnya kita tetap memberikan motivasi untuk tetap semangat menjalani hidup mereka," ucapnya.