News

Ini Harapan Mardani ke Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu

Mardani Ali Sera berharap 11 anggota tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu yang telah dipilih bisa memahami kompleksitas Pemilu 2024.


Ini Harapan Mardani ke Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu
Politisi PKS Mardani Ali Sera (Istimewa)

AKURAT.CO, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera berharap 11 anggota tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu yang telah dipilih bisa memahami kompleksitas Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.

"Perlu tim seleksi yang bisa memahami bagaimana kompleksitas Pemilu 2024," ujar Mardani sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @MardaniAliSera, Selasa (12/10/2021).

Mardani menaruh harapan penuh kepada tim seleksi. Sebab, jika tim seleksi independen maka tertutup celah terpilihnya penyelenggara Pemilu yang tidak berintegritas.

"Kualitas tim seleksi turut mempengaruhi pula komisioner KPU-Bawaslu yang kelak terpilih," tandasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meneken Keputusan Presiden atau Kepres Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 8 Oktober 2021.

"Di dalam Kepres ini, sudah dibentuk tim seleksi yang jumlahnya ada 11 orang. Ketua merangkap anggota, saudara Juri Ardiantoro," ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (11/10/2021).

Juri Ardiantoro merupakan Deputi IV Kantor Staf Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi Politik ditunjuk sebagai Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu periode 2022-2027. Juri pernah menjabat sebagai Ketua KPU pada 2016, menggantikan Husni Kamil Manik yang meninggal.

Kemudian, Wakil Ketua merangkap anggota, Chandra M. Hamzah; Sekretaris merangkap anggota, Bahtiar. Lalu anggota Edward Omar Sharif Hiariej, Airlangga Pribadi Kusman, Hamdi Muluk, Endang Sulastri, I Dewa Gede Palguna, Abdul Ghaffar Rozin, Betti Alisjahbana, dan Poengky Indarty.

"Tim Seleksi bertugas membantu Presiden untuk menetapkan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Masa Jabatan Tahun 2022-2027 dan Calon Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Masa Jabatan Tahun 2022-2027 yang akan diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat," demikian bunyi diktum ketiga Perpres tersebut.[]