Lifestyle

Dari Kasus Kris Wu, Ini 4 Alasan Terjadinya Pemerkosaan

Terdapat Empat macam alasan pemerkosaan yang paling sering muncul, responden banyak memilih alasan memiliki hak untuk berhubungan seks dengan korban


Dari Kasus Kris Wu, Ini 4 Alasan Terjadinya Pemerkosaan
Kris Wu dituduh melakukan pemerkosaan. (Instagram/kriswu)

AKURAT.CO, Artis asal China, Kris Wu, dikabarkan terlibat dalam kekerasan seksual. Mantan member EXO ini dituduh memperkosa lebih dari 30 wanita, yang beberapa korban diantaranya masih di bawah umur.

Tuduhan muncul ketika seorang gadis Tiongkok berusia 19 tahun bernama Du Meizhu melalui platform Weibo, mengungkapkan bahwa Kris Wu telah memperkosanya dan 30 gadis lainnya. Menurut Du Meizhu, tujuh di antaranya dilaporkan masih di bawah umur. Gadis itu juga mengungkapkannya secara detail ke outlet media Wangyi.

Menurut Du Meizhu, Kris Wu akan menjemput beberapa gadis cantik, yang merupakan penggemarnya di klub dengan cara meminta penggemarnya untuk mengadakan pertemuan penggemar kecil-kecilan. Kemudian, Kris akan membuat mereka mabuk dan memperkosa mereka.

Meizhu juga menyatakan, salah satu korban dikabarkan melakukan aborsi setelah mengetahui Kris mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).

Meizhu menambahkan, metode lain yang digunakan Kris Wu untuk "memangsa" korbannya adalah dengan menjanjikan korban untuk menjadi seorang aktris. Namun, Kris tidak pernah memenuhi janjinya.

Meizhu mengungkapkan bahwa Kris telah mengiriminya uang sebesar 500 ribu yuan (sekitar Rp1,1 miliar) sebagai uang tutup mulut. Namun Meizhu mengungkapkan bahwa dia telah mengembalikan sebagian uangnya dan akan mengirimkan sisanya dalam beberapa kali angsuran, karena batas transfer.

Seperti diketahui, tindak kriminal pemerkosaan adalah tindakan yang paling keji. Namun, mengapa kasusnya tetap saja ada?

Partners for Prevention yang dilansir dari CNN, melakukan survei dengan menanyakan apa saja alasan pria di Asia untuk memperkosa wanita. Hasilnya pun mengejutkan.

Dari survei tersebut, terdapat 4 macam alasan yang paling sering muncul, antara lain memperkosa karena mabuk, memperkosa dengan tujuan menghukum korban, memperkosa hanya untuk senang-senang, dan memperkosa karena si pelaku merasa memiliki hak untuk berhubungan seks dengan korban.

Sebanyak 73 persen responden memilih alasan terakhir, yaitu pelaku permerkosaan berpikir bahwa mereka merasa berhak untuk berhubungan seks dengan wanita.

Dalam survei tersebut, wanita yang menjadi korban perkosaan tidak hanya wanita yang bukan istri ataupun pasangan pelaku. Namun, juga istri pelaku sendiri. Jadi, memaksa istri untuk berhubungan seks pun dikategorikan sebagai tindak perkosaan menurut survei tersebut.

Semua manusia, baik itu pria atau wanita berhak untuk hidup sesuai dengan pilihan masing-masing. Namun, kamu tak boleh 'merusak' seseorang untuk kepuasaan diri sendiri dalam menjalani kehidupan.[]