Lifestyle

Ketahui Efek Mengerikan dari Penelantaran Anak

Namun ironis, tidak sedikit anak-anak Indonesia yang hidup di jalan sebagai anak terlantar akibat kurang asuh dari keluarga prasejahtera.


Ketahui Efek Mengerikan dari Penelantaran Anak
Ilustrasi anak bertemu dengan teman sekolahnya. (PR and Communication SOS Children's Villages Indonesia)

AKURAT.CO, Menurut data dari Badan Pusat Statistik, 26,42 juta orang di Indonesia termasuk pada kategori prasejahtera, dimana angka ini terus meningkat setelah pandemi COVID-19 dan terus bertumbuh sebesar 1,63 juta orang dalam setahun. Dampak yang signifikan dari peningkatan jumlah masyarakat kategori prasejahtera adalah anak-anak yang berisiko kehilangan pengasuhan orangtua, bahkan terlantar.

Berdasarkan data Kementerian Sosial yang diambil dari Dashboard Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) SIKS-NG per-15 Desember 2020, jumlah anak terlantar di Indonesia sebanyak 67.368 orang.

Padahal, anak-anak menjadi salah satu faktor penentu bagi kemajuan bangsa di masa mendatang. Namun ironis, tidak sedikit anak-anak Indonesia yang masih hidup di jalan sebagai anak terlantar akibat berada di keluarga prasejahtera.

Apalagi, penelantaran anak bisa menyebabkan efek yang merugikan, seperti masalah dengan perkembangan kognitif, sosial dan emosional, penggunaan narkoba, melukai diri sendiri, kemampuan hidup sosial yang lebih rendah, masalah kejiwaan dan neurologis, kesinambungan pengabaian terhadap anak-anak keturunan mereka sendiri dan potensi ingin membalas dendam pada orang-orang yang menelantarkan mereka.

Oleh sebab itu, anak-anak terlantar adalah masalah sosial yang kompleks, karena penyebabnya tidak dapat dilihat hanya berdasarkan karakteristik individu tetapi juga harus mempertimbangkan efek variasi rumah tangga sang orangtua dari anak tersebut.

Oleh karena itu, Merck Family Foundation (MFF), sebuah Yayasan filantrofi yang didanai penuh oleh keluarga Merck memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang asuhan atau terlantar di SOS Children’s Villages Indonesia (SOS), senilai 105,600 Euro atau Rp1,8 milliar rupiah.

Bantuan dana ini diberikan selama dua tahun untuk memenuhi kebutuhan dasar, pemenuhan gizi dan kesehatan serta pengadaan sanitasi yang layak, bagi anak-anak dan keluarga SOS di 8 lokasi di Indonesia.

SOS Children's Villages adalah organisasi sosial non-profit yang memberikan pengasuhan alternatif yang berkualitas dan penguatan keluarga bagi anak-anak yang telah atau berisiko kehilangan pengasuhan orang tua. SOS Children’s Villages juga secara aktif menyuarakan pemenuhan hak untuk setiap anak, terutama dalam hal pengasuhan.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu