News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Ini Kiprah Ahmed Zaki Dalam Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Tangerang


Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berpose usai menjadi pembicara dalam gelar wicara Akurat Talk di Kantor Redaksi Akurat, Jalan Tentara Pelajar, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2020). (AKURAT.CO/Singgih Aprilian Dani)

AKURAT.CO, Saat ini Kabupaten Tangerang memasuki zona oranye, sebab Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain bisa dibilang tegas dalam mengambil kebijakan.

Saat itu, Ahmed Zaki langsung mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan antisipasi penularan Covid-19 dengan menutup tempat hiburan selama dua minggu, per 16 s/d 30 Maret 2020 pada awal penularan Covid-19 mulai menyebar.

Selain itu, Satpol PP Kabupaten Tangerang di bawah komandonya langsung bergerak cepat mengantisipasi kerumunan.

Banyak anak muda yang nongkrong dan berpotensi sebabkan kerumunan dibubarkan dengan tegas. Ahmed Zaki merupakan pemimpin yang cepat dalam mengambil keputusan dan pada 23 Maret 2020, dirinya menetapkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah tanggap darurat bencana wabah penyakit Covid-19.

Segala cara telah dilakukan Ahmed Zaki dalam penanggulangan pandemic Covid-19 dan masih terus berusaha untuk menjadikan Kapubaten Tangerang membaik. Bagaimana cara dirinya mengantisipasi dan apa yang selama ini dikerjakan Ahmed Zaki?

1. Apa rahasia sukses sehingga kasus Covid-19 di Tangerang bisa melandai?

Kalau berbicara mengenai keberhasilan, sekarang ini kita masih dalam posisi berjuang melawan Virus Covid-19, jadi di tengah pandemi ini saya masih belum merasa berhasil.

Ini masih dalam masa perjuangan kita dan tentu saja kalau bercerita 'Bagaimana sih Kabupaten Tangerang menghadapi virus dan pandemi virus Covid-19 ini?' memang semenjak kasus pertama menetap di Jakarta atau terjadi di Jakarta, pertengahan bulan Maret itu kami pimpinan daerah Tangerang Raya dipimpin oleh pak Gubernur langsung adakan rapat koordinasi waktu itu di Pendopo Kabupaten Tangerang dan memutuskan untuk menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Disana Pak Gubernur sudah me-warning saya, bahwa dengan populasi yang tinggi kemungkinan Kabupaten Tangerang ini akan menjadi derah yang memiliki kasus paling tinggi di Provinsi Banten. Apalagi, sebagian besar masyarakat Kabupaten Tangerang ini kan berinteraksinya dengan Kota Tangerang hampir satu kesatuan wilayah.