News

Ini Dia Deretan Nama Pejabat BUMN yang Terlibat Korupsi


Ini Dia Deretan Nama Pejabat BUMN yang Terlibat Korupsi
Gedung KPK. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Badan Usaha Milik Negara atau disingkat BUMN belakangan terungkap sering terlibat bisnis gelap yang berujung pada tindakan rasuah. Terhitung hingga saat ini sudah ada tujuh orang petinggi BUMN yang diproses KPK. Lima di antaranya dijebloskan ke penjara pada tahun 2019.

Berikut ini merupakan daftar deretan tujuh pejabat BUMN yang pernah diproses KPK, semasa kepemimpinan Agus Rahardjo Cs:

1. Firmansyah Arifin, Dirut PT PAL Indonesia tahun 2017

Pada April 2017, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Firmansyah Arifin ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi pada April 2017. Suap tersebut diberikan sebagai cashback terkait fee agent Ashanti Sales Inc dalam pengadaan kapal ke Filipina.

Uang suap sebesar USD 188 ribu diterima dari pemilik PT Pirusa Sejati Kirana Kotama selaku Direktur Utama PT Pirusa Sejati Agus Nugroho. Selain Firmansyah, kasus ini juga menjerat Direktur Desain dan Teknologi Saiful Anwar dan Manager Keuangan Arif Cahyana.

2. Budi Tjahjono, Dirut PT Asuransi Jasindo tahun 2017

Pada 3 Mei 2017, KPK menetapkan Direktur Utama PT Asuransi Jasindo Budi Tjahjono sebagai tersangka, lantatan diduga menerima imbalan sebesar Rp 15 miliar dalam pengadaan Asuransi Oil and Gas pada BP Migas untuk proyek bersama kontraktor migas tahun 2010-2012 dan tahun 2012-2014.

Budi dinilai menyalahgunakan posisinya sebagai Dirut lantaran telah melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 8,46 miliar dan USD 766.955.

Atas perbuatannya itu, Budi diganjar hukuman 7 tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan, dan kini tengah menjalani masa pidana di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

3. Wisnu Kuncoro Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, 2019

Pada 23 Maret 2019, KPK menetapkan Direktur Teknologi dan dan Produksi, PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro, sebagai tersangka. Wisnu diduga menerima suap sebesar Rp 101,7 juta dan USD 4.000 dari Direktur Utama PT Grand Kartech Kenneth Sutardja dan Direktur PT Tjokro Bersaudara Kurniawan Eddy Kuncoro alias Yudi Tjokro.

Suap tersebut diserahkan melalui perantara bernama Karunia Alexander Muskitta itu, agar Wisnu menyetujui pengadaan dua unit boiler berkapasitas 35 ton dengan nilai proyek Rp 24 miliar di PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Penetapan status tersangka tersangka terhadap Wisnu, usai KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Wisnu ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. 

4. Sofyan Basir, Direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN), 2019

Pada awal April 2019, KPK menetapkan Direktur Utama PLN Sofyan Basir sebagai tersangka. Lembaga antirasuah menduga, Sofyan Basir turut terlibat dalam kasus suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

KPK menemukan bukti permulaan yang cukup, bahwa Sofyan diduga membantu Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo. Adapun suap tersebut berupa pemberian uang 4,7 miliar rupiah dari Johanes Budisutrisno Kotjo kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

KPK menjerat Sofyan Basir dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

5. Andra Y Agussalam, Direktur Angkasa Pura II, 2019

Pada 1 Agustus 2019, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y. Agussalam. Dia ditangkap bersama salah satu Direksi PT INTI.

KPK menduga, Andra menerima suap SGD 96.700. Dana itu berasal dari sesama BUMN yakni PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI). Tujuannya untuk memuluskan proyek baggage handling system di bandara PT Angkasa Pura II, yang dikerjakan oleh PT INTI.

6. Dirut PT INTI, Darman Mappangara, 2019

Seiring adanya pengembangan perkara suap yang terjadi di PT AP II, KPK menetapkan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI (Persero) Darman Mappangara, sebagai tersangka.

KPK menduga, Darman memberikan suap sebesar Rp 1 miliar kepada Andra Y Agussalam selaku Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II.

7. Dolly Pulungan, dan Kadek Kertha Laksana, Petinggi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, 2019

Pada 3 September 2019, KPK melakukan operasi senyap terkait kasus impor gula. Direktur PTPN III Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap dari bos PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi.

Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap sebesar SGD 345.000 dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III.

8. Risyanto Suanda Direktur Perum Perindo, 2019

Pada 23 September lalu, KPK kembali melakukan operasi senyap terhadap Direktur Perum Perikanan Indonesia (Perindo) karena diduga menerima suap atas impor ikan dari pihak swasta. KPK menetapkan Direktur Utama Risyanto Suanda sebagai tersangka.

KPK menduga, Risyanto menerima suap dari Direktur PT. Navy Arsa Sejahtera, Mujib Mustofa. Perum Perindo dapat mengajukan kuota impor ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).