Rahmah

Ini Deretan Masjid Bersejarah dan Tertua di Jawa Barat, Semuanya Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka

Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah masjid bersejarah dan berusia ratusan tahun. Masjid-masjid tersebut bahkan sudah ada sebelum masa penjajahan dulu.


Ini Deretan Masjid Bersejarah dan Tertua di Jawa Barat, Semuanya Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka
Masjid Agung Sang Cipta Rasa (Travelingyuk)

AKURAT.CO  Kita tahu bersama bahwa negara Indonesia merupakan negara dengan populasi agama Islam terbesar di dunia. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya bangunan masjid di setiap wilayahnya. 

Salah satunya adalah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki sejumlah masjid bersejarah dan berusia ratusan tahun. Masjid-masjid tersebut bahkan sudah ada sebelum masa penjajahan dulu.

Dari sekian banyak masjid bersejarah di Jawa Barat, Akurat.co telah merangkumnya dalam empat masjid bersejarah di Jawa Barat. 

1. Masjid Agung Karawang 

Deretan Masjid Bersejarah dan Tertua di Jawa Barat, Semuanya Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka - Foto 1

Masjid Agung Karawang / Tribun Travel

Urutan masjid tertua dan bersejarah di Jawa Barat adalah Masjid Agung Kawarang. Masjid yang disebut-sebut sebagai masjid tertua di pulau Jawa ini berdiri kokoh tepat di alun-alun barat Kelurahan Karawang. Keberadaan tempat ibadah ini juga tidak lepas dari peran Syaikh Quro sebagai penyebar agama Islam pertama di Karawang. 

Lokasi: Jalan Alun-alun Barat, Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

2. Masjid Raya Cipaganti 

Deretan Masjid Bersejarah dan Tertua di Jawa Barat, Semuanya Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka - Foto 2

Masjid Raya Cipaganti / GenPI

Masjid Raya Cipaganti didirikan pada 7 Februari 1933. Masjid bersejarah ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Bandung. 

Adapun bangunan tempat ibadah ini tidak lepas dari saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurut beberapa sumber, konon masjid ini merupakan tempat pembicaraan penting Presiden Soekarno ketika berada di Kota Bandung.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Belanda Charles Prosper Wolff Schoemaker. Arsitektur Masjid Raya Cipaganti menggunakan corak khas Jawa dan Eropa. Kita bisa melihat sentuhan khas Jawa dari penggunaan atap tajug tumpang dua. Sedangkan untuk corak Eropa, terlihat dari penggunaan kuda-kuda segi tiga yang berfungsi sebagai penyangga atap.

Lokasi: Jalan Cipaganti No.85, Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.

3. Masjid Merah Panjunan 

Deretan Masjid Bersejarah dan Tertua di Jawa Barat, Semuanya Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka - Foto 3

Masjid Merah Panjunan / JawaPos

Masjid Merah Panjunan merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1480 oleh Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan. Beliau merupakan ulama keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad, dan kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati. 

Pada mulanya, Masjid Merah Panjunan bernama Musala Al-Athya, tetapi karena bata yang dijadikan pagarnya berwarna merah mencolok, maka musala ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Batu Merah Panjunan. Sementara itu, bagian lantai keramik masjid ini juga berwarna merah, pada gerbang dan dindingnya pun terbuat dari bata berwarna merah.

Arsitek pada bangunan masjid ini memadukan antara tradisi Jawa, Cina, Eropa, dan Islam sehingga menampilkan gaya bangunan yang unik. Hal tersebut merupakan simbol akulturasi budaya serta penyelarasan antara nilai-nilai syar’i dan tradisi. Masjid Merah Panjunan memiliki 17 tiang penyangga yang mejadi representasi dari jumlah rakaat salat.

Lokasi: Jalan Panjunan No 43, Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

4. Masjid Agung Sang Cipta Rasa 

Deretan Masjid Bersejarah dan Tertua di Jawa Barat, Semuanya Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka - Foto 4

Masjid Agung Sang Cipta Rasa / Travelingyuk

Masjid bersejarah terakhir dan masih di Kota Cirebon adalah Agung Sang Cipta Rasa. Masjid ini berdiri atas prakarsa Sunan Gunung Jati atau Syaikh Syarif Hidayatullah dan bersama Wali Songo yang lain. Adapun yang mejadi pemimpin pembangunan yaitu Sunan Kalijaga. Sedangkan arsiteknya adalah Pangeran Sepat.

Beberapa keterangan menyebutkan jika masjid ini berdiri antara tahun 1489 Masehi dan tahun 1500 Masehi. Konon katanya, pembuatan masjid ini dibangun hanya dengan waktu semalam. Pada keesokan harinya, masjid ini sudah bisa digunakan sebagai untuk ibadah salat subuh. 

Lokasi: Jalan Kasepuhan No.Komplek, Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Jadi kapan Kawan Akurat berkunjung? []