Lifestyle

Ini Cara Atasi Si Kecil yang Minta Gendong Terus

Agar bayi atau anak balita tidak selalu minta gendong, Ayah dan Bunda bisa melakukan cara untuk mengatasi hal ini


Ini Cara Atasi Si Kecil yang Minta Gendong Terus
Ilustrasi membawa anak ke luar rumah saat pandemi (BBC)

AKURAT.CO Si Kecil yang masih bayi membutuhkan cukup banyak kontak fisik selama beberapa bulan pertama kehidupan mereka. Bahkan, beberapa ahli menyebut fenomena ini sebagai trimester keempat. 

Sebab, selama sembilan bulan kehamilan, bayi tinggal di lingkungan yang nyaman, aman, gelap, hangat dan suhu yang stabil, yakni sekitar 37 derajat Celcius di dalam rahim. Dia bahkan tak harus menyesuaikan diri dengan popok dan boks bayi.

Di dalam rahim, bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan meringkuk dan tidur saat berada di rahim. Namun, sesudah lahir ke duani, terjadi perubahan besar dan tiba-tiba sehingga menyesuaikan diri dengan suara baru, orang baru, dan terus-menerus tidur dengan punggung yang lurus bahkan dia tidak lagi terhubung dengan Bunda seperti ketika di dalam rahim.

Semua faktor ini membuatnya bayi cemas, gugup dan memaksanya waspada saat ada orang baru, terutama saat Bunda meletakannya di tempat tidur atau boks bayi untuk dibiarkan sendirian. 

Dikutip dari laman National Childbirth Trust, dalam dunia medis, hal ini disebut separation anxiety. Itulah sebabnya mengapa ia selalu minta digendong. Ini merupakan kondisi yang wajar dalam tahap perkembangan si Kecil, di usia bayi sampai balita.

Akan tetapi, si Kecil akan bertambah besar, Ayah atau Bunda tentu tidak akan terus menerus menggendongnya, karena justru bisa membatasi pergerakan anak untuk mengenal lingkungannya dan menghambat kemampuan motoriknya untuk merangkak berjalan, melompat, atau berlari.

Tak hanya itu, perlu membatasi kebiasaan anak digendong, agar orang tua tidak kelelahan saat mengasuh si Kecil.

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan Frontiers in Psychology, orangtua yang terlalu lelah, berisiko mengalami berbagai masalah pada kesehatan tubuh dan mentalnya.

Selain itu, berat badan anak juga bisa menguras stamina orangtua sehingga jadi cepat lelah atau juga membuat lengan tangan, pinggang, atau punggung jadi pegal. Oleh karena itu, orangtua harus sebisa mungkin mengurangi kebiasaan ini.