Ekonomi

Ini Cara Lipat Gandakan THR-mu Lewat 4 Investasi Syariah Ini

 berikut ini beberapa jenis instrumen investasi syariah yang bisa dicoba,


Ini Cara Lipat Gandakan THR-mu Lewat 4 Investasi Syariah Ini
Ilustrasi - Investasi (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Saat lebaran jika kamu lebih memilih menabung atau memutar uang lebaran untuk hal produktif maka investasi menjadi instrumen yang bisa jadi pilihan terbaik.  Bagi pemeluk agama Islam tentu ingin memilih investasi yang halal tanpa riba.

Pada dasarnya, konsep investasi syariah menerapkan metode bagi hasil atau nisbah. Dengan cara seperti itu, baik perusahaan maupun nasabah akan sama-sama menanggung risiko ke depannya.

Kemudian investasi syariah mengedepankan praktik Gharar di mana sistemnya menerapkan sistem terbuka baik saat menanamkan modal sampai penyaluran dana.

Investasi syariah juga meniadakan masyir, artinya nasabah berhak mengetahui secara penuh rincian harga, sehingga tidak ada spekulasi harga antara nasabah dan pihak bank.

Untuk itu, bagi kamu yang ingin mendapatkan uang tambahan dari THR lewat investasi  berikut ini beberapa jenis instrumen investasi syariah yang bisa dicoba, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.

1. Deposito Syariah

Deposito syariah merupakan produk perbankan yang dipakai untuk melakukan investasi berjangka namun dengan menerapakan prinsip syariah.

Jenis investasi ini ditujukan kepada nasabah perorangan atau perusahaan dengan menggunakan akad mudharabah. Dengan menggunakan akad mudharabah, cara perhitungan keuntungan yang didapat oleh nasabah akan dilakukan dengan cara nisbah atau bagi hasil.

Pada saat akan membuka deposito syariah, bank akan meminta kamu mengisi akad, yaitu perjanjian antara nasabah dan bank tentang dana yang kamu taruh di bank tersebut.

Dalam akad itu akan diatur tentang besar pembagian hasil keuntungan dan pemilihan instrumen investasi yang akan bank lakukan dengan uang kamu. Umumnya, nisbah yang ditawarkan oleh bank adalah 60 : 40 untuk nasabah dan bank. Jadi, semakin pintar bank memutar uang kamu untuk menghasilkan keuntungan, maka kamu akan mendapat untung yang semakin besar juga.

2. Reksa Dana Syariah

Reksa dana Syariah adalah wadah untuk mengumpulkan dana masyarakat yang dikelola oleh Manajer Investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang yang disesuaikan dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam antara lain dengan portofolio penempatan dana di instrumen keuangan syariah seperti saham syariah dan sukuk.

Perbedaan yang paling mencolok antara Reksa dana Syariah dengan Reksa dana Konvensional adalah terdapat proses Pembersihan Kekayaan Reksa dana Syariah dari Unsur Non Halal.

Proses ini adalah pembersihan (cleansing) kekayaan Reksa dana Syariah dari unsur non-halal yang wajib dilakukan oleh Manajer Investasi. Maksud dari pembersihan kekayaan Reksa dana Syariah dari unsur non-halal adalah penyesuaian portofolio Reksa dana Syariah saham ketika Daftar Efek Syariah telah berlaku efektif.

Investasi di Reksa dana Syariah harus mendapat fatwa dari DSN-MUI dan aspek kesyariahannya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

3. Emas

Salah satu tergolong mudah untuk dilakukan adalah dengan investasi emas yang masuk sesuai dengan syariat.

Kamu tinggal menabung dan membeli emas bisa di berbagai tempat, misalnya di pegadaian, atau bahkan melalui e-commerce.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan hukum menabung emas masuk kategori mubah. Mubah berarti boleh untuk dilakukan, bahkan lebih condong kepada dianjurkan.

MUI juga mengeluarkan fatwa soal jual-beli emas secara tidak tunai. Pihak MUI memutuskan hukum menabung emas secara kredit dalam kategori mubah, alias diperbolehkan. Namun, selama masa perjanjian, harga jual emas tersebut tetap sama. Serta tidak dijadikan jaminan atau objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan.

Investasi emas adalah yang paling dianjurkan dalam syariat Islam. Investasi emas tergolong stabil karena harganya selalu naik secara progresif dari tahun ke tahun.

4. Asuransi Syariah

Asuransi Syariah merupakan asuransi berdasarkan prinsip tolong menolong dan saling melindungi antar peserta.

engertian tersebut sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001, yaitu Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful, atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariat Islam.

Dalam asuransi syariah, diberlakukan sebuah sistem, di mana para peserta akan menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim jika ada peserta yang mengalami musibah. Dengan kata lain, bisa dikatakan di dalam asuransi syariah, peranan dari perusahaan asuransi hanyalah sebatas pengelolaan operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima saja.

Di Indonesia, asuransi syariah sudah banyak tersedia di berbagai produk-produk asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan yang bisa didapatkan dengan mudah melalui perusahaan-perusahaan asuransi swasta.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co