Rahmah

Ini Cara Cerdik Abu Nawas Selesaikan Tugas Aneh dari Baginda, Endingnya Bikin Nyesek!

Suatu hari, Abu Nawas sedikit terkejut dengan beberapa utusan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid yang datang ke rumahnya.


Ini Cara Cerdik Abu Nawas Selesaikan Tugas Aneh dari Baginda, Endingnya Bikin Nyesek!
Ilustrasi Abu Nawas (Steemit)

AKURAT.CO  Abu Nawas dikenal sebagai penyair cerdik yang memiliki selera humor tinggi. Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Hingga kini, banyak kisah-kisah lucu Abu Nawas yang mampu mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. Seperti kisah Abu Nawas yang dikutip dari NU Online ini.

Suatu hari, Abu Nawas sedikit terkejut dengan beberapa utusan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid yang datang ke rumahnya. Mereka berniat membawa Abu Nawas untuk menghadap Raja.

baca juga:

"Wahai Tuan Abu, akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin," kata Baginda Raja Harun memulai pembicaraan.

"Mohon ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil?" tanya Abu Nawas penasaran.

"Jadi begini, aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya," kata Baginda Raja kali ini menantang Abu Nawas.

Setelah mendengar tantangan itu, tentu saja Abu Nawas bingung bukan kepalang mendapat tugas menangkap dan memenjarakan angin. Kalau pun berhasil, ia juga tidak yakin bahwa yang ditangkapnya itu angin karena tidak kelihatan.

Namun bukan Abu Nawas jika tidak mempunyai banyak akal. Ia diberi waktu tiga hari untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Tiga hari berikutnya, Abu Nawas kembali menuju istana. Baginda dengan tidak sabar, segera bertanya kepada Abu Nawas.

"Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, wahai Abu Nawas?” tanya Baginda Raja langsung ke inti.

"Sudah Paduka yang mulia," ucap Abu Nawas membuat orang-orang di istana penasaran.

Abu Nawas yang dikenal dengan seribu akalnya ini mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Setelahnya, Abu Nawas menyerahkan botol itu kepada Baginda.

"Mana angin itu, wahai Abu Nawas?" tanya Baginda sambil menimbang-nimbang botol tersebut.

"Di dalam, Tuanku yang mulia," kata Abu Nawas singkat.

"Tapi aku tak melihat apa-apa," tanya Baginda Raja kembali.

"Mohon izin Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu," ujar Abu Nawas menjelaskan.

Setelah tutup botol itu dibuka, Baginda Raja langsung mencium bau busuk. Bau tersebut tidak asing bagi Raja karena bau yang menyengat hidungnya itu adalah bau kentut.

"Bau apa ini, hai Abu Nawas?" tanya Baginda Raja marah.

"Ampun Tuanku, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol," seloroh Abu Nawas. []