Rahmah

Ini Bukti Kelembutan Hati Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani Umat Muslim

Kendati usianya sudah sangat tua, wanita itu terus berjalan hingga tak lama setelah itu, ada seorang lelaki dengan wajah tampan menghampirinya.


Ini Bukti Kelembutan Hati Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani Umat Muslim
Kaligrafi Nabi Muhammad (pinterest.com)

AKURAT.CO  Dikisahkan ada seorang wanita tua yang melintasi gurun pasir dengan membawa barang bawaan yang cukup banyak. Kendati usianya sudah sangat tua, wanita itu terus berjalan hingga tak lama setelah itu, ada seorang lelaki dengan wajah tampan menghampirinya.

Dengan kebaikan hatinya, lelaki itu menawarkan diri untuk membantu membawakan barang bawaannya si wanita tersebut. Begitu juga dengan wanita yang menerima tawaran itu dengan senang hati.

Setelah itu, lelaki itu mengangkat dan membawa barang bawaan dan mereka berjalan beriringan melintasi gurun pasir.

Sepanjang perjalanan, wanita tua tersebut ternyata banyak bicara. Hingga pada sebuah kesempatan, ia berkata kepada lelaki itu.

"Wahai anak muda, rasanya senang sekali engkau mau membantu dan menemaniku, dan saya sangat menghargainya,".

Namun lelaki itu hanya tersenyum setelah mendengar ucapan wanita tua itu. Tak lama setelahnya, wanita tua itu berkata lagi.

"Wahai anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan untukmu. Janganlah engkau sekali-kali berbicara apapun tentang Muhammad, karena gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya merasa sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi saya minta kepadamu, jangan berbicara apapun tentang Muhammad,".

Lagi dan lagi, lelaki itu hanya tersenyum dan dengan kesabaran hatinya, lelaki itu terus mendengarkan perkataan wanita tua itu. 

"Muhammad itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan suku yang terpercaya, akan tetapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa Tuhan itu satu," kata si wanita tua itu menambahkan ceritanya.

“Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya. Dia merusak anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi anak muda, jangan sekali-kali kamu berbicara tentang Muhammad," tegas si wanita tua itu kini dengan nada yang sangat kesal.

Setelah mereka berjalan sambil asyik mengobrol, tak terasa, mereka telah sampai di tempat tujuan. Lelaki itu menurunkan barang bawaannya dan wanita tua tersebut dengan senyuman di wajahnya.

"Terima kasih banyak, anak muda. Engkau sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman enkau itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi satu nasihat untuk engkau, jauhi Muhammad!. Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau engkau lakukan itu, maka engkau tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah," kata si wanita tua.

Namun lelaki itu masih saja tersenyum seperti sebelumnya. Akhirnya, lelaki itu  meminta izin pamit untuk meninggalkan wanita tua itu. Ketika lelaki itu berbalik menjauh, wanita itu menghentikannya.

“Wahai anak muda, maaf, sebelum kita berpisah, bolehkah saya tahu siapa namamu?”.

Lelaki itu kembali tersenyum dan dengan lembutnya memberitahukan namanya kepada wanita tua itu. Namun alangkah terkejutnya wanita itu setelah mengetahui namanya.

“Mohon maaf, apa yang engkau bilang tadi? Kata-kata engkau tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua dan terkadang saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya ada yang lucu, karena saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad,".

“Iya, Saya Muhammad," kata lelaki itu mengulanginya kepada wanita tua.

Dengan demikian, wanita tua itu terpaku memandangi Rasulullah SAW, dan tak berselang lama, tiba-tiba meluncur kata-kata dari mulutnya:

“Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya,". Wallahu A'lam Bishawab. []