Lifestyle

Ini Berbagai Alasan Orang Tua Tak Merestui Hubungan Kamu dengan Pasangan

Psikolog anak dan keluarga, menyampaikan bahwa ada banyak alasan orangtua tidak merestui hubungan percintaan sang anak.


Ini Berbagai Alasan Orang Tua Tak Merestui Hubungan Kamu dengan Pasangan
Ilsutrasi hubungan yang tidak direstui (quotespic.net)

AKURAT.CO Bagi beberapa orang menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius tidaklah mudah, terlebih bila menyangkut restu dari orang tua masing-masing.

Meskipun sudah menjalin hubungan cukup lama, tetapi tanpa adanya restu orang tua, terpaksa hubungan tersebut harus berakhir. 

Tentu saja ini sangat menyakitkan bagi pasangan kekasih, karena mimpi ingin bersama selamanya harus pupus.

baca juga:

Akan tetapi, hal yang mungkin tidak kamu ketahui, orang tua telah mempertimbangkan banyak hal di balik keputusannya tersebut.

Ketika tak setuju dengan hubungan asmara anak, ada baiknya orangtua tak menutup mata. 

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, menyampaikan bahwa ada banyak alasan orangtua tidak merestui hubungan percintaan sang anak. 

Alasan tersebut bisa disebabkan oleh sang anak, pasangan sang anak, dari orang tuanya, atau orang tua pasangannya sendiri. 

“Misalnya pacarnya belum memiliki pekerjaan, enggak sopan, penampilannya terlihat ugal-ugalan, atau bisa karena perbedaan agama dan suku. Kalau dari sisi anak, bisa jadi orangtua anggap anaknya belum dewasa untuk berpacaran,” ujar Anna kepada wartawan, dikutip pada Jumat (04/2/2022).

Dari sisi orangtua, Anna menambahkan, ada juga beberapa orangtua yang khawatir akan ditinggalkan oleh buah hatinya. 

Selain itu, faktor budaya juga bisa menjadi alasan tak adanya restu untuk berpacaran. 

“Misalnya, beberapa agama atau budaya yang melarang pacaran, tapi langsung menikah melalui proses perkenalan yang berbeda dengan pacaran. Atau orangtua merasa situasinya kurang pas: ketika ada masalah keluarga, tiba-tiba anak mengenalkan pasangannya,” jelas Anna.

Anna mengatakan, pihak anak juga harus introspeksi dengan hubungannay dengan pasangan saat tak mendapat restu. 

“Anak harus melihat kriteria, apa sih yang memang sudah perlu. Orangtua ingin anaknya punya pacar yang seperti apa, kriteria yang diinginkan bagaimana. Kalau memang kriteria kita beda dengan orangtua, tunjukkan prestasi kekasih kita,” tutur Anna. 

Memang tak mudah untuk memperjuangkan pasangan di depan orangtua, tapi Anna mengingatkan kepada sang anak untuk tidak lari dari masalah. 

“Jadi menurut saya, tetap dahulukan mencari restu. Jangan kemudian kabur dan yakin bahwa pilihan dia baik. Karena yang sering terjadi, si anak yang sudah dewasa ini kemudian merasa kenapa orangtua enggak setuju, kemudian kabur dengan pacarnya. Ini bukan solusi,” tegas Anna.

Sementara itu, Konselor Percintaan, Arabella Russel, dalam artikel berjudul “I Don’t Like My Child’s Partner-What Do I Do” di laman Independent UK menyatakan, orang tua harus berpikir jernih untuk memutuskan alasan ketidaksukaan mereka terhadap pasangan anaknya. 

Menurut Arabella, ketika tidak merestui hubungan anaknya, orang tua harus memiliki alasan kuat. 

Jika memang hubungan atau kekasih sang anak membahayakan, wajar orangtua turut campur. Namun, jika tak ada soal yang sungguh membahayakan anak, orangtua harus memeriksa restunya. 

“Jika Anda membesarkan anak Anda menjadi anak yang mandiri, Anda harus menerima bahwa inilah yang mereka inginkan,” tulis Russel.