Rahmah

Ini Batasan Orang Muslim Dikatakan Mampu Berkurban

Jika sudah mampu menafkahi diri dan orang-orang yang wajib dinafkahinya pada hari tasyriq, maka ia mampu berkurban.


Ini Batasan Orang Muslim Dikatakan Mampu Berkurban
Ilulstrasi hewan kurban (syria.tv)

AKURAT.CO Menyembelih hewan kurban saat hari raya Idul Adha bagi umat muslim adalah sunah, bahkan status sunahnya adalah muakkadah atau sangat dianjurkan. Ada banyak hadis Nabi yang menjelaskan tentang keutamaan berkurban.

Anjuran berkurban tentu berlaku bagi mereka yang mampu untuk menunaikanna. Pertanyaannya, bagaimana kriteria mampu bagi umat muslim untuk berkruban?

Dilansir NU Online, seorang muslim dikategorikan mampu menyembelih hewan kurban adalah ketika ia memiliki uang yang cukup untuk dibelikan hewan kurban dan uang yang ia pegang cukup untuk kebutuhan sehari-hari baginya dan orang-orang yang wajib ia nafkahi selama tiga hari tasyriq (tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah). 

baca juga:

Sehingga, meski ada orang sudah memiliki dana yang cukup untuk membeli hewan kurban, tapi  jika uang dialokasikan untuk itu tidak akan cukup untuk menafkahi diri dan orang-orang yang wajib dinafkahinya, maka ia belum ditakakan mampu.

Penjelasan demikian dipaparkan Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairimi dalam Hasyiyah al Bujairami ‘Ala Syarh Manhaj al Thulab (4/396):

وإنما تسن لمسلم قادر حر كله، أو بعضه والمراد بالقادر من ملك زائدا عما يحتاجه يوم العيد وليلته وأيام التشريق ما يحصل به الأضحية خلافا لمن نازع فيه وقال فاضلا عن يومه وليلته

Artinya, “Dan kurban disunahkan hanya bagi orang Islam yang mampu, merdeka seluruh dirinya ataupun hanya sebagian saja. Dan yang dikehendaki dengan orang yang mampu adalah orang yang memiliki harta yang cukup untuk berkurban yang melebihi dari kebutuhannya ketika hari raya, malamnya dan beberapa hari tasyriq. Berbeda dengan pendapat sebagian ulama yang menyelisihi perihal standar mampu ini, menurutnya yang menjadi standar adalah harta yang melebihi kebutuhan di hari raya dan malamnya.”

Dalam penjelasan Syekh Syihabuddin Ibnu Hajar Al-Haitami di Tuhfah Al Muhtaj (12/245-246) juga dijelaskan,

هي سنة في حقنا لحر أو مبعض مسلم مكلف رشيد نعم للولي الأب أو الجد لا غير التضحية عن موليه من مال نفسه كما يأتي قادر بأن فضل عن حاجة ممونه ما مر في صدقة التطوع 

Artinya, “Dan kurban disunnahkan dalam hak kita bagi orang yang merdeka atau sebagian dirinya saja yang merdeka, M]muslim, mukallaf dan cakap mengelola harta. Bagi wali yaitu bapak atau kakek bukan selainnya boleh berkurban untuk orang yang berada dalam kekuasaannya dari hartanya seperti keterangan yang akan datang, yang mampu yakni hartanya melebihi kebutuhan orang yang wajib dinafkahi, seperti keterangan yang telah lewat dalam fasal sedekah Sunah.

Demikian ketentuan seseorang dikatakan mampu untuk berkurban. Semoga bermanfat!

 

Sumber: NU Online