News

Ini Aturan Terbaru Gugus Tugas Terkait Jam Kerja Pegawai di Jabodetabek

Ini Aturan Terbaru Gugus Tugas Terkait Jam Kerja Pegawai di Jabodetabek
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr. Achmad Yurianto, dalam update COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (14/6/2020). (Tangkapan Layar Live Youtube BNPB)

AKURAT.CO, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan jam kerja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada era adaptasi kebiasaan hidup menuju masyarakat yang produktif dan aman dari virus corona. 

"Di dalam surat edaran tersebut akan dibagi menjadi dua tahapan awal mulai kerja dan tentunya berimplikasi pada akhir jam kerja," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Minggu (14/6/2020).

Gugus Tugas berharap seluruh institusi yang mempekerjakan ASN, pegawai BUMN maupun pegawai swasta untuk menggunakan dua tahapan jam kerja.

Yurianto mengatakan tahapan atau gelombang pertama akan memulai pekerjaan antara pukul 07.00 WIB sampai dengan 07.30 WIB. Dengan estimasi masa bekerja selama delapan jam, maka pegawai yang mulai bekerja pada 07.00-07.30 WIB itu diharapkan akan mengakhiri pekerjaan pada pukul 15.00-15.30 WIB.

"Sementara itu, untuk gelombang kedua diharapkan akan mulai bekerja pada pukul 10.00-10.30 WIB, sehingga diharapkan akan mengakhiri jam kerja pada pukul 18.00-18.30 WIB," jelasnya. 

Pengaturan tersebut, katanya, dilakukan agar terjadi keseimbangan antara kapasitas transportasi umum dengan jumlah penumpangnya sendiri, sehingga protokol kesehatan, terutama terkait perlunya menjaga jarak, bisa dijamin selama berkendara di dalam sarana transportasi umum seperti kereta.

"Data yang kita dapatkan misalnya KRL, kita melihat lebih dari 75 persen penumpang KRL ini adalah para pekerja, baik ASN mapun pegawai BUMN maupun pegawai swasta," kata Yurianto.

Ia menyebut, kalau diperhatikan pergerakannya, hampir 45 persen mereka bergerak bersama-sama di sekitar jam 05.30 WIB sampai 06.30 WIB. 

baca juga:

"Oleh karena itu akan menjadi sulit dan sangat berisiko mana kala secara bersamaan sejumlah rekan kita yang harus bekerja bersama-sama, pada jam yang hampir sama, menuju ke tempat pekerjaan," ucapnya.

Kata Yurianto, edaran mulai berlaku esok hari, Senin (15/6/2020). Kebijakan tersebut juga diharapkan tidak akan menghilangkan kebijakan yang diberikan oleh setiap institusi atau perusahaan untuk tetap mempekerjakan pegawai mereka dari rumah, bagi para pekerja yang berisiko tinggi terpapar COVID-19.

"Misalnya pada pekerja atau pegawai yang memiliki penyakit-penyakit komorbid. Pegawai atau pekerja dengan hipertensi, dengan diabet dan dengan kelainan penyakit paru obstruksi menahun. Sehingga diharapkan masih tetap bisa diberi kebijakan untuk bekerja dari rumah," katanya.

Hal itu, katanya, penting untuk dilakukan karena kelompok-kelompok tersebut sangat rentan terkena COVID-19. Demikian juga dengan pekerja yang telah berusia lanjut.

"Karena inilah upaya yang harus kita lakukan agar penularan di sarana fasilitas umum bisa kita atasi," demikian Yurianto.[]