Rahmah

Ini Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah

Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, Dzulhijah memiliki sejumlah amalan untuk mendekatkan diri kepada Alah SWT


Ini Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah
Ilustrasi orang berdoa (pixabay.com)

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijah 1443 Hijriyah jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, Dzulhijah memiliki sejumlah amalan untuk mendekatkan diri kepada Alah SWT.

Dilansir NU Online, selain melaksanakan puasa sunnah dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijah, ada juga zikir-zikir yang bisa dibaca setiap muslim, yaitu berupa kalimat tahlil, takbir, dan sejumlah amalan lainnya yang bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Amalan ini didasari oleh penjelasan Abdul Hamid Al-Makki dalam Kanzun Najâh was Surûr (halaman 279) sebagai berikut,

baca juga:

“Tidak ada hari yang lebih utama di sisi Allah, begitupun tidak ada amalan pada hari itu yang lebih disenangi oleh Allah, daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari awal Dzulhijah, maka perbanyaklah membaca tahlil, takbir dan mengingat Allah.”

“Karena hari-hari tersebut merupakan hari-hari tahlil, takbir dan zikir kepada Allah. Sungguh berpuasa satu hari dari hari-hari itu menyamai pahala puasa selama satu tahun. Amal yang dilakukan di dalamnya dilipatgandakan sampai 700 kali.”

Hanya, zikir yang lebih dianjurkan adalah membaca tahlil sebagaimana yang disampaikan Syekh Abdul Hamid Al-Makki, dengan mengutip hadis Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam:

لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الدُّهُوْرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ الْبُحُوْرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ النَّبَاتِ وَالشَّجَرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الْقَطْرِ وَالْمَطَرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ لَمْحِ الْعُيُوْنِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ

Lâ-ilâha illallâhu ‘adadad duhûr, lâ-ilâha illallâhu ‘adada amwâjil buhûr, lâ-ilâha illallâhu ‘adadan nabâti was sajar, lâ-ilâha illallâhu ‘adadal qathri wal mathâr, lâ-ilâha illallâhu ‘adada lamhil ‘uyûni, lâ-ilâha illallâhu khairum mimma yajma’ûn, lâ-ilâha illallâhu min yaumina hâdzâ ilâ yaumi yunfakhu fis sûr.  

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah sepanjang hitungan masa, tiada Tuhan selain Allah sebanyak ombak di lautan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak tumbuhan dan pepohonan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak rintik-rintik hujan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan matan, tiada Tuhan selain Allah lebih baik dari segala apa yang mereka kumpulkan, tiada Tuhan selain Allah sejak hari ini hingga ditiupnya sangkakala.”

Menurut Syekh Abdul Hamid, orang yang membaca zikir di atas sebanyak 10 kali selama 10 hari pertama bulan Dzulhijah, maka dosa-dosanya akan diampuni, baik yang telah berlalu atau yang akan datang.

Demikianlah amalan 10 hari pertama bulan Dzulhijah. Semoga bermanfaat!

Sumber: NU Online