Entertainment

Pandemi dan Rasa Duka, Sandy Canester Ungkap Kegelisahan di 'Semoga Cepat Berakhir'

Banyak musisi yang meninggal dunia, Sandy Canester merasa sedih


Pandemi dan Rasa Duka, Sandy Canester Ungkap Kegelisahan di 'Semoga Cepat Berakhir'
Sandy Canester (Instagram)

AKURAT.CO, Musisi Sandy Canester menciptakan sebuah lagu yang menceritakan kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19,  seperti banyaknya korban yang meninggal dunia, dan juga permasalahan ekonomi yang dialami seluruh lapisan masyarakat. 

Sandy akan merilis video klip single baru yang berjudul 'Semoga Cepat Berakhir' itu pada pekan depan. Lagu barunya tersebut dibuat dengan waktu yang singkat. 

"Lagu ini sebenarnya, jujur kegelisahan gue sama kondisi beberapa waktu lalu hingga saat ini," kata Sandy Canester dalam perbincangan dengan AKURAT.CO dalam program sorotan secara live Instagram, Selasa (4/8/2021).

Alasan Sandy menciptakan single terbarunya karena mengaku sedih setelah banyaknya musisi yang meninggal dunia dan juga banyak teman-teman di lingkarannya yang mengalami musibah serupa. Dengan adanya kegelisahan itu, ia membuat lagu yang bergenre sedih. 

"Waktu itu gue bikin tanggal 3 Juli. Tarik mundur di Minggu sebelumnya, gue ngerasa gelisah, khawatir, sedih juga. Karena beberapa waktu lalu, hampir di circle, dan teman-teman kita di grup WA (WhatsApp), banyak yang meninggal. Maksudnya, teman-teman musisi, ada almarhum Baron, Pepeng Steven Coconut yang meninggal dunia, yang buat sedih," ungkapnya. 

Selain itu, Sandy yang merupakan Composer dan Producer ini merasa prihatin dengan adanya perdebatan di media sosial terkait Pandemik Covid-19, karena terjadi pro dan kontra mengenai kebijakan pemerintah seperti PPKM Darurat hingga level 4. 

"Ditambah lagi ada kejadian di sosial media, yang menurut saya, setiap orang punya sudut dan pendapat masing-masing terhadap Pandemik ini," ujarnya. 

Menurut dia, perdebatan itu tidak menjadikan Pandemik covid-19 dapat berakhir, namun malah memperkeruh suasana karena menjadi ramai diperbincangkan di publik. 

"Pada saat itu jadi runcing dan jadi seperti menyalahkan atau membenarkan satu sama lain, menurut saya itu jadi makin kusut," ucap Sandy.