Lifestyle

Ini Alasan Peneliti Tak Rekomendasikan Buff sebagai Pengganti Masker


Ini Alasan Peneliti Tak Rekomendasikan Buff sebagai Pengganti Masker
Masker scuba dan buff (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pemerintah sudah resmi melarang penggunaan masker scuba sebagai pengganti masker kain. Selain masker scuba, buff juga diketehui tak banyak membantu apa-apa dalam menangkal virus Corona.

Pada laman Healthline yang dikutip Akurat.co, para peneliti di Duke University di Carolina Utara, Amerika Serikat, menyebut bahwa buff tak efektif memblokir droplet atau tetesan liur dan bersin dari mulut dan hidung, juga sebaliknya bukan menjadi filter yang aman untuk menangkis droplet yang masuk.

Ini memungkinkam orang yang berbicara dari jarak dekat akan tetap menularkan virus pada kamu yang memakai buff.

Bahkan disebutkan pemimpin studi Duke University, Martin Fischer, bahwa masih lebih baik tak mengenakan apa-apa sama sekali ketimbang menutupi area hidung dan mulut kamu dengan buff. Itu karena buff bisa membuat virus semakin berkembang biak di udara.

"Banyak orang berpikir bahwa menggenakan masker jenis apa saja lebih baik dibandingkan tidak memakainya sama sekali. Tetapi, hal itu salah," katanya.

Martin Fischer menyebut bahwa jumlah droplet malah makin meningkat saat seseorang memakai buff. 

"Kami yakin bahwa bahan yang dipakai pada buff dapat memecah droplet menjadi partikel yang berukuran lebih kecil. Hal ini membuat penggunaan buff menjadi kontraproduktif, karena tetesan yang lebih kecil lebih mudah terbawa udara dan membahayakan orang di sekitar," lanjutnya.

Mulai sekarang, seiring larangan dari pemerintah untuk tidak lagi memakai masker scuba dan buff, pakailah masker dengan tiga lapisan agar kamu lebih terlindungi dari virus Corona. Memakai masker kain lebih tebal sama ampuhnya dengan masker bedah.

Masker kain tebal juga tak akan memberimu kesempatan menurunkannya ke dagu atau leher seperti pada pemakaian scuba dan buff yang lebih lentur untuk diturunkan.[]