News

Ini Alasan Pemerintah Mengubah Hari Libur dan Cuti Bersama 2021

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas mengatakan, keputusan pemerintah menggeser dua hari libur umat Islam dan meniadakan cuti bersama Natal 2021 beralasan.


Ini Alasan Pemerintah Mengubah Hari Libur dan Cuti Bersama 2021
Menko PMK Muhadjir Effendy (pegang mik)

AKURAT.CO  Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas mengatakan, keputusan pemerintah menggeser dua hari libur nasional dan meniadakan cuti bersama Natal 2021 beralasan.

Pemerintah, kata dia, memahami kondisi psikologis masyarakat, terutama umat Islam yang hari libur perayaan hari besarnya digeser. 

"Ini (keputusan menggeser hari libur dan meniadakan cuti Natal) harus dipahami. Pemerintah ini memahami psikolog atau kejiwaan umat beragama di Indonesia terutama ummat Islam," kata Yaqut saat konferensi pers perubahan jadwal libur tahun 2021 di Jakarta, Jumat (18/6/2021). 

Jadi, kata dia, meskipun Pandemi Covid-19 menjalar dimana-mana, pemerintah tetap memberikan waktu libur sebagai bentuk penghargaan. Begitu juga dengan peniadaan cuti bersama. 

"Jadi, meskipun Pandemi Covid-19 ini masih ada dimana-mana, belum hilang secara seluruhnya, tetapi hari libur tetap diberikan sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap umat beragama. Demikian pula dengan penghilangan atau peniadaan cuti bersama di tanggal 24 Desember 2021," katanya. 

Dia mengatakan, pergeseran atau perubahan kalender libur itu sejalan dengan kehendak publik yang menginginkan agar masyarakat Indonesia tetap sehat dan selamat dari wabah Covid-19.

Upaya pemerintah itu, kata dia, diwujudkan dengan beragama cara. Termasuk mengatur kalender libur. 

"Saya kira ini sejalan dengan keinginan kita semua untuk menjaga seluruh masyarakat Indonesia, untuk menjaga kesehatan, keselamatan dari pandemi Covid-19 ini," ujarnya. 

Selain mengutak-atik jadwal libur, upaya utama pemerintah dalam memberantas corona juga sejauh ini terus berjalan. Yakni melaksanakan program vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Begitu juga dengan kampanye kepatuhan protokol kesehatan (Prokes) yang juga massiv dilakukan. 

"Nah, ikhtiar-ikhtiar pemerintah ini sejalan dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan seperti vaksinasi, dan terus menerus mengkampanyekan Prokes dan seterusnya," kata Menag. 

Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy mengumumkan perubahan jadwal libur dan cuti bersama tahun 2021. 

Ada dua hari libur yang direvisi dan satu libur cuti bersama ditiadakan. Dua jadwal libur yang direvisi itu yakni libur tahun baru Islam 1443 H yang jatuh pada hari Selasa 10 Agustus 2021 diubah menjadi rabu 11 Agustus 2021. Kemudian, libur maulid Nabi Muhammad SAW pada 19 Oktober 2021 diubah menjadi rabu 20 Oktober 2021. 

"Untuk libur cuti bersama hari natal 2021, pada tanggal 24 Desember 2021, ditiadakan," katanya di kantor Kemenko PMK, Jumat (18/6/2021). 

Bayu Primanda

https://akurat.co