Lifestyle

Ini Alasan Mengapa Pria Tidak Membicarakan Kesehatan Mentalnya

harapan dan peran gender tradisional menjadi salah satu faktor mengapa pria cenderung tidak mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental mereka.


Ini Alasan Mengapa Pria Tidak Membicarakan Kesehatan Mentalnya
Ilustrasi - Alasan mengapa pria tidak membicarakan kesehatan mentalnya (Unsplash/ Fernando @cferdophotography)

AKURAT.CO  Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dalam hal kesejahteraan secara keseluruhan.

Sayangnya berbicara tentang kesehatan mental itu lebih mudah secara teori, sulit dalam praktiknya terutama untuk pria.

Melansir Mental Health Foundation UK, harapan masyarakat dan peran gender tradisional menjadi salah satu faktor mengapa pria cenderung tidak mendiskusikan atau mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental mereka.

baca juga:

Mereka diharapkan untuk selalu kuat, dominan, ahli dalam mencari nafkah, tidak menangis, Meskipun ini pada dasarnya bukan hal yang buruk, harapan dan stereotip ini mempersulit pria untuk mencari bantuan dan membuka diri. 

"Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pria dengan ciri khas berbasis gender lebih cenderung memiliki masalah kesehatan mental. Dan mereka bahkan lebih kecil kemungkinannya untuk meminta bantuan. Ras, diskriminasi, stigma budaya, dan gender adalah alasan paling umum mengapa pria tidak mencari bantuan," kata Dr Rahul Taneja, seorang konsultan kesehatan mental dan psikoterapi, dikutip AKURAT.CO, Jumat (24/6/2022). 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pria yang tidak dapat berbicara secara terbuka tentang emosinya kurang mampu mengenali gejala masalah kesehatan mental dalam dirinya, dan cenderung tidak mencari bantuan.

Lebih lanjut, Dr Taneja mengatakan bahwa sering kali ketika pria memutuskan untuk mengungkapkan emosi dan apa yang dirasakannya, mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Mereka ingin mengekspresikannya dengan cara tertentu agar tidak dinilai lemah oleh orang lain.

Ya, banyak pria berpikir bahwa meminta bantuan adalah simbol kelemahan. Karenanya, pria kebanyakan mencoba untuk memperbaiki hal-hal mereka sendiri alih-alih berbicara dengan keluarga, teman atau ahli tentang kesehatan mental.

Sayangnya, pria mungkin lebih cenderung menggunakan metode penanggulangan yang berbahaya seperti obat-obatan atau alkohol. Mereka juga mungkin menggunakan perilaku pelarian, seperti menyibukkan diri dengan pekerjaan hingga bunuh diri.

"Laki-laki selalu berusaha menyembunyikan masalah emosional yang kuat, karena mereka menganggap itu tidak manly.  Akibatnya, pria mungkin menolak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Pada akhirnya, itu berubah menjadi mengerikan. Mereka mungkin berubah menjadi alkohol, merokok, atau bunuh diri. Mereka mungkin juga menjadi kasar karena tekanan emosional yang tertahan," ujar Dr Taneja.

Sekedar informasi, meskipun pada umumnya sama, beberapa gejala depresi lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Ini termasuk mudah marah, kemarahan tiba-tiba, peningkatan kehilangan kendali, pengambilan risiko dan agresi.