Lifestyle

Ini Alasan Mengapa Mesin Kopi Dijual Begitu Mahal


Ini Alasan Mengapa Mesin Kopi Dijual Begitu Mahal
Mesin kopi espresso di PT JPW Indonesia yang merupakan perusahaan kopi, packaging kopi, mesin kopi dan barista di Ampera, Jakarta Selatan, Senin (7/1). (AKURAT.CO/AKURAT.CO/ABDUL HARIS)

AKURAT.CO Meminum secangkir kopi yang nikmat di sebuah kedai memiliki proses perjalanan yang panjang. Mulai dari tangan para petani kopi sampai ke barista, hingga ke mejamu.

Mesin pembuat kopi seperti Espresso Machine memiliki peran yang krusial dalam tersajinya secangkir kopi yang memanjakan lidah. Saking memiliki peranan yang paling besar, sebuah mesin espresso atau mesin kopi dihargai begitu mahal.

Tidak tanggung-tanggung ada yang mulai dari puluhan juta rupiah bahkan hingga ratusan juta rupiah. Lalu apa yang bisa membuat sebuah mesin kopi semahal itu?

baca juga:

Owner dari perusahaan Kopi JPW Indonesia yakni Togu Panandaditya Siregar memberikan jawaban terkait kenapa sebuah mesin kopi layak dihargai mahal kepada AkuratKuliner di PT. JPW Indonesia, Kavling Polri Ampera, Jakarta Selatan, Senin (7/1).

Mesin Kopi di PT JPW Indonesia. AKURAT.CO/ABDUL HARIS

"Kenapa mesin kopi bisa mahal? Itu karena konsistensinya, konsistensinya kalau dimaksud bisa menghasilkan hasil yang benar-benar terbaik agar menghasilkan minuman kopi yang enak. Dan juga bahan-bahan pada mesin kopi itu harus berstandar untuk mendapatkan konsistensinya" ungkapnya.

Untuk tersajinya kopi yang enak sendiri memang memerlukan konsistensi yang bisa didapat hanya dari sebuah mesin kopi yang beragam.

"Harus ada konsistensi agar setiap hasil gilingan merata sesuai dengan ukuran. Jika hasil gilingan tidak konsisten maka proses ekstraksi saat penyeduhan kopi juga tidak merata dan jadi tidak bagus, saat diminum jadi terasa kurang enak," tambahnya.

Oleh sebab itu, meskipun biji kopi yang didapat begitu baik dan berkualitas, penyajian kopi tanpa sebuah mesin kopi yang mampu memberikan sebuah konsistensi akan terasa sia-sia.

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu