Lifestyle

Ini Alasan Kenapa Wanita 30-40 Tahunan Banyak Mengidap Kanker Serviks

Inilah alasan, kenapa wanita usia 30 sampai 40 tahunan banyak yang terkena kanker serviks. 

Ini Alasan Kenapa Wanita 30-40 Tahunan Banyak Mengidap Kanker Serviks
Ilustrasi Kanker Serviks (themalaymailonline.com)

AKURAT.CO Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Data World Health Organization (WHO) tahun 2014 menunjukkan, terdapat 92 ribu kasus kematian wanita di Indonesia disebabkan oleh kanker. Sekitar 10 persen diantaranya akibat kanker serviks.

Menurut Dokter Spesialis Kandungan yang berpraktek di Klinik Utama JLA Indonesia, dr. Agung Witjaksono, Sp. OG bahwa kanker serviks ini sering ditemukan di usia wanita 30 sampai 40 tahunan. 

"Kenapa begitu? Tentunya kita masih ingat bahwa kurang lebih 20 tahunan yang lalu, kita memahami kanker serviks salah satu faktor risiko perilaku adalah hubungan seksual yang dilakukan kelompok dini atau muda," ujar Agung melalui pesan WhatsApp kepada AKURAT.CO, pada Kamis (15/9/2022). 

baca juga:

"Pertama dari infeksi kemudian jadi kanker serviks butuh waktu 15-20 tahun. Kanker serviks ini akibat dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16-18, menular tapi beda dengan cara menularnya penyakit TBC atau HIV, ada mekanisme nya spesifik unik dari kanker serviks ini. Itulah kira kira terjadinya kanker serviks itu terjadinya di usia 30-40 tahun," sambungnya.  

Jika kamu atau orang terdekat merupakan wanita usia 30 - 40 tahunan, yang mengidap kanker serviks. Apakah ada pantangan atau hal-hal yang perlu dihindari?

Menurut dr. Agung, pantangan atau hal yang perlu dihindari, harus dilihat dari stadium yang diidap seorang pasien kanker serviks.

"Jika di tahap lesi prakanker maka tentunya relatif tidak ada untuk dihindari dan pantangan, yang penting semuanya hidup sehat. Kalau sudah di tahap karsinoma 1 sampai stadium lanjut, maka tentunya gimana caranya harus bisa hidup sehat, imunitas ditingkatkan dan terapi yang diwajibkan oleh dokter harus dijalani," jelasnya. 

Meski rata-rata kanker ini menyerang wanita di usia 30-40 tahunan, kanker serviks adalah kanker yang bisa dicegah.

Menurut dr. Agung, pencegahan ada dua, antara lain ada primer dan sekunder.

"Pencegahan primer dengan vaksinasi hpv dan sekundernya adalah pap smear,"ucapnya

"Nah, maka jadinya, kalau sudah dikerjakan baik vaksinasi HPV maupun pap smear maka mudah mudahan tidak terjadi kanker serviks," pungkasnya.

Apabila ingin mengetahui lebih lanjut, Anda dapat memberikan pertanyaan seputar penyakit kanker serivik di akun media sosial Akuratco, dalam program 'Akurat Sehat with Klinik Utama JLA Indonesia'.[]

[]