Tech

Ini Alasan Kenapa Sasis Depan Mobil Jadi Ringsek Saat Tabrakan

Ringseknya sasis bukan karena kualitasnya jelek atau buruk, tapi karena bagian dari keamanan.


Ini Alasan Kenapa Sasis Depan Mobil Jadi Ringsek Saat Tabrakan
Ilustrasi - Kondisi sasis bagian depan mobil yang ringsek karena tabrakan. (wuling.id)

AKURAT.CO Ketika mengalami tabrakan, kondisi sasis bagian depan mobil akan lebih mudah remuk atau ringsek. Hal ini terjadi bukan karena kualitasnya buruk atau materi bodi mobil yang jelek atau murah.

Namun, karena adanya teknologi keselamatan yang disematkan pada mobil agar meminimalisirkan fatalitas kecelakaan bagi pengemudi.

Bagian pada sasis depan mobil ini disebut dengan istilah crumple zone atau zona benturan. Crumple Zone merupakan fitur keamanan struktural terbaru yang sudah banyak diterapkan di berbagai jenis mobil.

baca juga:

Penerapan crumple zone adalah untuk membantu melakukan penyerapan energi dampak terjadinya sebuah tabrakan yang mengendalikan deformasi.

Secara umum, deformasi merupakan suatu perubahan yang terjadi pada bagian bentuk atau desain bodi mobil. Perubahan ini terjadi dari bentuk mobil yang mulus sampai menjadi ringset atau berkerut.

Crumple zone biasanya diletakan di bagian depan dan bagian belakang sebuah mobil. Jika ditempatkan di bagian depan, maka lokasi penyimpanannya berada di bagian ujung depan mobil bahkan sampai dengan ruang kabin.

Melansir dari laman Wuling, crumple zone sendiri berfungsi untuk melindungi bagian ruang kabin agar tidak menjadi mudah rusak ketika terjadi tabrakan. Fitur ini dapat membantu untuk mendistribusikan serta mengurangi energi saat adanya benturan sebelum dampaknya sampai ke bagian ruang kabin.

Saat terjadi tabrakan, maka bagian depan mobil akan lebih mudah ringsek atau berkerut untuk meredam aliran energi kinetik saat tabrakan dan hal ini akan membuat para penumpang yang berada di area ruang kabin akan lebih aman dari kecelakaan. Peredaman energi akan dilakukan secara otomatis dan fleksibel.

Pada dasarnya, konsep crumple zone pertama kali dipakai atau diperkenalkan oleh Béla Barényi dan penerapannya dilakukan pada mobil Mercedes-Benz Fintail di tahun 1959. Konsep crumple zone juga diterapkan pada kereta api.

Cara kerja crumple zone

Mobil yang telah menerapkan teknologi crumple zone akan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi, karena bisa lebih meredam saat adanya kecelakaan. Semua benturan keras yang terjadi akan diterima dan akan diserap di bagian crumple zone.

Dengan adanya bantuan teknologi crumple zone, para penumpang yang berada di ruang kabin akan lebih aman. Ketika terjadi kecelakaan, maka bagian luar mobil akan terlihat sangat rusak, tapi bagian kabin mobilnya akan tetap bagus atau utuh.

Tabrakan yang paling sering terjadi adalah tabrakan dengan kendaraan lainnya, namun tabrakan juga bisa terjadi dengan benda-benda yang sifatnya permanen. Mobil bisa saja menabrak tiang listrik, tembok sebuah bangunan dan yang lainnya.

Bagian titik mobil yang tabrakan dan terlindungi dengan adanya crumple zone bentuknya akan menjadi melengkung atau menjadi rusak, karena berguna untuk dapat menghentikan energi benturan dan hal ini akan membuat mobil tetap aman.

Jika mobil kamu penyok atau ringset saat terjadi tabrakan, maka jangan langsung berpikir buruk pada produsen mobil. Selain itu, saat ini sudah hampir semua pabrikan mobil sudah menerapkan teknologi crumple zone untuk menambah keamanan sebuah mobil.