Ekonomi

Ini Alasan Kenapa Owner Tak Pakai Uang Pribadi untuk Bayar Upah Karyawan


Ini Alasan Kenapa Owner Tak Pakai Uang Pribadi untuk Bayar Upah Karyawan
Ini alasan owner tidak pakai uang pribadi untuk membayar gaji karyawan

AKURAT.CO, Penyebaran pandemi COVID-19 memang memporak-porandakan hampir seluruh sektor bisnis di dunia. Bahkan, berbagai perusahaan multinasional dan brand terkenal pun juga terkena imbasnya. Dunia FnB (kuliner) menjadi salah satu korban dari bengisnya pandemi COVID-19. PHK dan pemotongan gaji menjadi solusi akhir dari berbagai kerugian yang diterima dari perusahaan.

Namun, banyak yang menyampaikan bahwa seharusnya pemilik perusahaan membayarkan gaji karyawan dahulu agar tidak terjadi PHK. Sebuah akun Twitter mengunggah cuitan yang menjelaskan alasan kenapa owner tidak membayar uang gaji karyawannya dahulu.

Akun Twitter @lucywiryono mengunggah alasan tersebut dalam bentuk hasil tangkapan layar dari beberapa akun media sosial yang berjumlah tiga hasil tangkapan layar.

“Tahun 2019, Pizza Hut bayar gaji dan kesejahteraan karyawan itu Rp1,02 triliyun atau 85 miliar per bulan dan KFC Rp1,3 triliun atau 108 miliar per bulan. Gede banget dan ada yang bilang dengan gampang: kenapa owner nggak nalangin pake duit sendiri dulu supaya nggak ada PHK.” unggah tangkapan layar dari akun Instagram @aafit yang juga diambil dari akun Twitter @JokoHQ.

Besaran gaji tersebut nantinya dibayar dari laba yang dihasilkan oleh KFC atau Piza Hut per tahunnya.

“Ketika pendapatan turun, variabel cost akan turun. Tapi fixed cost seperti gaji pegawai atau sewa tidak bakal turun. Karena itu, dalam kondisi pandemi, restoran-restoran akan dibunuh oleh fixed cost. Tahun 2019, saldo laba ditahan KFC Rp1,4 triliun, setara dengan biaya gaji setahun doang.” tulis akun Twitter @JokoHQ.

Dengan besaran laba tersebut, maka KFC hanya bisa menggaji karyawannya selama satu tahun ke depan, yakni di tahun 2020 ini. Maka untuk dapat terus bertahan, salah satu caranya adalah dengan melakukan PHK.

“Ya kurang lebih seperti itu gambarannya, sebesar apa industri FnB menyerap tenaga kerja, makanya brand besar sudah bela-belain jualan di pinggir jalan, hanya untuk bertahan, untuk sebatas bisa napas.” tulis akun Instagram @aafit.

Cuitan dari akun Twitter @lucywiryono ini pun mendapat respons yang begitu beragam dari warganet.

Tomyzul Habib

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first