Olahraga

Ini Alasan Kenapa Mantan Pebulutangkis Indonesia Banyak Melatih di Luar Negeri?

Banyak sekali pensiunan pemain bulutangkis asal Indonesia memilih untuk melanjutkan karier dengan melatih di luar negeri.


Ini Alasan Kenapa Mantan Pebulutangkis Indonesia Banyak Melatih di Luar Negeri?
Pelatih Kepala Ganda Putri Pelatnas PBSI, Eng Hian, ketika berada di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Rabu (7/4). (PBSI)

AKURAT.CO  Banyak sekali pensiunan pemain bulutangkis asal Indonesia memilih untuk melanjutkan karier dengan melatih di luar negeri. Lantas, apa sih penyebabnya?

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banyak mantan pemain bulutangkis andalan Indonesia yang memilih untuk melanjutkan karier pelatih di luar negeri. Ada yang melatih di Malaysia, hingga Eropa sekalipun.

Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, pun turut buka suara soal rekan-rekannya yang banyak berkarier di luar negeri. Ia menjelaskan mengapa banyak dari mereka yang memilih untuk melatih atlet-atlet negara lain.

“Semua ingin melatih di negara mereka sendiri. Namun, jumlah pelatih di tim nasional terbatas. Kami masih harus mencari penghidupan untuk keluarga dan lain-lain. Bagi saya, pelatih bisa bekerja di mana pun karena sekali lagi, kesempatan untuk melatih tim nasional terbatas,” katanya dengan bijak kepada Badminton Asia.

“Jadi jika kami bertemu di lapangan dan mereka melatih negara lain, itu oke-oke saja karena itulah pekerjaan kami. Kami punya kebutuhan dan pekerjaan yang harus kami lakukan sesuai dengan kapasitas kami,” lanjutnya.

Salah satu mantan pemain bulutangkis Indonesia yang sukses melatih di negara lain adalah Flandy Limpele. Dia membawa ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Flandy sendiri adalah mantan pasangan Eng Hian di ganda putra ketika keduanya masih bermain. Flandy dan Eng Hian bahkan sempat meraih medali perunggu di Olimpiade Athena 2004. Hingga kini, keduanya masih berhubungan baik.

“Hubungan pribadi kami selalu berjalan baik. Bahkan sebelum berpasangan, kami sudah dekat. Sejak kami menjadi partner, kami masih saling berbicara dan punya hubungan bagus,” papar pelatih berusia 44 tahun itu.

“Dalam hal dia di Malaysia dan saya di Indonesia, tak ada masalah karena kami bekerja di sektor yang berbeda; saya melatih ganda putri dan dia ganda putra.”

“Bahkan jika kami bertemu dan saling melawan, itu juga bukan masalah karena kami profesional. Ada hal-hal yang terjadi di lapangan dan di luar itu kami ngopi-ngopi bareng,” tukasnya.

Eng Hian sendiri pernah melatih bulutangkis di Singapura selama enam tahun sebelum ke PBSI. Ia bahkan membawa tim junior ganda putri Singapura memenangkan Kejuaraan Dunia Junior untuk pertama kalinya.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com