Lifestyle

Ini Alasan Kenapa Harga Tiket Pesawat Naik

Ini Alasan Kenapa Harga Tiket Pesawat Naik
Ilustrasi penumpang menunggu di bandara (UNSPLASH/ JESHOOTS.COM)

AKURAT.CO, Banderol harga tiket pesawat di Juni ini, membuat calon penumpang harus merogoh kocek lebih dalam. 

Merujuk sejumlah aplikasi pemesanan tiket secara daring, harga tiket pesawat Singapura pulang-pergi (pp) termurah di kisaran Rp 6 juta. Bahkan, ada yang menembus angka Rp 10 juta.

Sebagai gambaran, harga tiket pesawat ke Singapura pulang pergi (pp) mencapai Rp 6.714.150 sampai Rp9.772.900 jika menggunakan maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC).

baca juga:

Padahal, sebelumnya traveler bisa terbang ke Singapura dengan harga tiket antara Rp 2-3.

Untuk tujuan Korsel sekali jalan menggunakan pesawat Garuda Indonesia mencapai Rp 9.912.100, sedangkan Seoul-Jakarta Rp 6.928.000 dengan pesawat Scoot.

Jika terbang pulang pergi Jakarta-Korsel traveler setidaknya dituntut menyiapkan bujet untuk tiket sebesar Rp16.840.100. Dulu, terbang ke Korea bisa dianggarkan sebesar Rp6-8 juta.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, harga tiket pesawat internasional dan dosmestik naik, dikarenakan kenaikan bahan bakar pesawat avtur. 

"Seperti kita tahu, saat ini harga avtur naiknya gila-gilaan akibat perang. Lalu, tidak adanya peraturan pembatasan kenaikan harga tiket pesawat internasional. Jadi, harga tiket pesawat internasional menyesuaikan kebutuhan operasional," ujar Irfan Setiaputra melalui Telepon via WhatsApp, dikutip pada Jumat (03/6/2022).

"Untuk harga tiket internasional Garuda Indonesia, kita paling terakhir menaikan harga tiket internasional dibanding maskapai yang lain," sambungnya.

Di sisi lain, harga tiket penerbangan langsung dalam negeri seperti Jakarta-Batam pada 31 Mei 2022 hanya senilai Rp 1,04 juta - Rp 1,88 juta.

Maskapai LCC seperti Lion Air dan Citilink menawarkan harga di rentang Rp 1,04 juta - Rp 1,3 juta, sedangkan maskapai pelayanan penuh seperti Batik Air dan Garuda Indonesia senilai Rp 1,35 juta - Rp 1,88 juta.

Harga tiket penerbangan langsung rute Batam-Jakarta pada 31 Mei 2022 kini di rentang Rp 665.200 - Rp 1.81 juta. 

Maskapai LCC seperti Lion Air, Super Air Jet, dan Citilink menawarkan tiket senilai Rp 665.200 - Rp 943.894, sedangkan maskapai pelayanan penuh seperti Garuda Indonesia dan Batik Air senilai Rp 864.200 - Rp 1,81 juta. 

"Untuk tiket domestik sesuaikan dengan tarif batas atas dengan kenaikan 10 persen, sesuai dengan fuel surcharge yang sudah ditetapkan Kemenhub," jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang telah mengizinkan maskapai penerbangan melakukan penyesuaian tarif atau harga tiket pesawat menyusul kenaikan harga minyak dan avtur dunia, dengan melakukan penyesuaian biaya fuel surcharge pada angkutan udara dan ketentuan batas atas / bawah harga tiket pesawat.

Irfan mengatakan, selama masa kenaikan harga tiket, kebanyakan penumpang maskapai Garuda Indonesia saat ini adalah penumpang yang sudah membeli jauh-jauh hari, ketika diadakannya promo-promo tertentu.

"Penumpang yang merasakan harga tike pesawat naik, adalah penumpang last minute (penumpang yang membutuhkan penerbangan secepatnya secara mendadak)," ucapnya. 

Oleh karena itu, Irfan mengatakan, para calon penumpang lebih baik memesan jauh-jauh hari dengan promo yang tersedia nantinya, agar tidak merasakan harga tiket yang naik.

Lalu, khusus calon penumpang pesawat internasional, bisa menunggu frekuensi penerbangan kembali normal dan memantau secara jeli harga tiket pesawat internasional.[]