Lifestyle

Ini Alasan Anak Remaja Tidak Boleh Pacaran Dengan Orang Dewasa

Ini Alasan Anak Remaja Tidak Boleh Pacaran Dengan Orang Dewasa
Ilustrasi (UNSPLASH/Tanya Trofymchuk)

AKURAT.CO, Sebagai orang tua, mungkin khawatir ketika mengetahui anak sudah mulai berpacaran. 

Orang tua biasanya memikirkan dampak buruk yang muncul, saat anak tertarik dengan lawan jenis. 

Apalagi, masa remaja adalah masa di mana anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, terutama mengenai perasaan dan lawan jenis di sekitarnya.

baca juga:

Namun, usia anak sebenarnya tidak bisa menjadi tolak ukur yang tepat untuk menentukan kapan boleh mulai pacaran. Masalahnya, kadang usia tidak benar-benar menggambarkan kedewasaan anak.

Hal yang bisa dijadikan contoh adalah remaja berusia 15 tahun, bisa saja jauh lebih dewasa daripada kakaknya yang berusia 18 tahun.

Sementara untuk mulai pacaran, perkembangan psikologis, kematangan mental, dan kedewasaan justru menjadi kunci untuk membangun hubungan romantis dengan orang lain secara sehat dan bertanggung jawab.

Lalu, bagaimana cara menilai kedewasaan dan kematangan mental anak? Apalagi jika anak berpacaran dengan orang dewasa atau lebih dewasa dengannya.

Akan tetapi, anak remaja tidak disarankan untuk berpacaran dengan orang dewasa. Sebab, ada alasan mengapa anak remaja sebaiknya menghindari berkencan dengan orang dewasa. Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir dari laman Stop It Now!

Diketahui, seorang remaja yang bahkan terlihat dan/atau bertindak dewasa, mereka masih membutuhkan wali untuk keputusan-keputusan penting dalam hidup.

Artinya, remaja belum dan tidak bisa mengambil keputusan besar atau pilihan hidup yang bagi sebagian orang dewasa pun boleh dibilang sulit.

Apalagi untuk urusan kencan, yang melibatkan emosi, mental, dan terkadang juga fisik.

Meski bukan berarti anak remaja di bawah 18 tahun belum berkembang secara emosional, tetapi mereka tidak akan otomatis paham seluk-beluk masa dewasa.

Secara emosional, di usia 18 tahun remaja dapat membuat keputusan sendiri atas nama mereka. Namun, masih banyak hal yang harus dipelajari dan dipahami sampai anak-anak remaja mencapai kedewasaan dalam berpikir.

Sampai saat itu tiba, dampingilah anak-anak remajamu dalam membuat keputusan terkait kehidupan mereka nantinya.

Jika ada orang dewasa yang mengejar anakmu, bicaralah dengannya walau situasinya mungkin akan canggung.

Nyatakan dengan jelas bahwa menjalin hubungan dengan anak remaja tidak baik, dan minta dia menghormati keputusanmu.

Katakan pula padanya, bahwa mengencani anak di bawah umur termasuk pelanggaran dan bisa berarti membuat orang dewasa tersebut dianggap melakukan pelecehan seksual secara hukum.

Pilihan yang bisa kamu ambil jika orang itu tidak ingin mundur, coba untuk memintanya menunggu sampai anak berusia cukup.

Bila dia keras kepala dan menolak, kamu dapat melaporkan tindakannya kepada kepolisian atau perwakilan komisi perlindungan perempuan dan anak di daerahmu.[]