News

Ini 5 Negara Paling Gencar Lawan Narkoba, Langsung Ditembak Mati di Filipina


Ini 5 Negara Paling Gencar Lawan Narkoba, Langsung Ditembak Mati di Filipina
Sejumlah negara menetapkan hukuman yang berat, bahkan ditembak langsung di tempat, terhadap para pengedar narkoba (The Independent)

AKURAT.CO, Tak bisa dimungkiri penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan makin meresahkan masyarakat. Setiap harinya, mafia dan para pengedar mencari mangsa baru agar terjerat barang haram ini. Padahal, tak hanya menguras uang, narkoba sangat berbahaya untuk kesehatan, bahkan bisa berujung kematian.

Tak heran banyak negara mencetuskan perang melawan narkoba. Berbagai upaya dilakukan termasuk menetapkan hukuman yang sangat berat, bahkan hukuman mati. Ada juga negara yang memutuskan hukuman tembak di tempat terhadap mafia narkoba.

Dirangkum oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 negara yang paling gencar melawan narkoba.

baca juga:

1. Filipina

World Bulletin

Sejak dilantik pada tahun 2016 silam, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, langsung mencetuskan "Perang Melawan Narkoba". Kebijakan itu bertujuan untuk memberantas peredaran narkoba di seluruh wilayah. Tak main-main, polisi diperintahkan untuk menembak pengedar dan pecandu obat terlarang saat itu juga.

Menurut data terbaru Kepolisian Nasional dan Badan Pemberantasan Narkoba Filipina, sejak 1 Juli 2016 hingga 31 Januari 2019, ada 5.176 "tokoh" narkoba yang tewas dalam operasi ini. Sementara itu, 170.689 orang ditangkap, termasuk 295 PNS, 263 pejabat terpilih, dan 69 personel berseragam. Selain itu, 301 sarang dan pabrik narkoba dibongkar serta 11.080 barangay (desa) dinyatakan bersih dari peredaran obat terlarang.

Meski begitu, perang narkoba ala Duterte ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari organisasi aktivis HAM.

2. Arab Saudi

Arab News

Mereka yang terciduk terlibat jual-beli narkoba di Arab Saudi hampir selalu berakhir dengan hukuman mati. Selain itu, alkohol juga termasuk ilegal di negara Islam tersebut. Mereka yang kedapatan memiliki atau menggunakan alkohol atau narkoba akan dihukum cambuk di depan umum, denda yang cukup besar, penjara dengan masa hukuman yang panjang, hingga hukuman mati.

3. Iran

The Independent

Iran dikenal tak punya ampun terhadap pelanggaran hukum apapun, begitu juga dengan narkoba. Penggunaan opium pun jadi perhatian khusus di Iran. Pasalnya, sebagian besar opium ini diproduksi dan diselundupkan dari negara tetangganya, Afganistan. Jika tersangkut kasus narkoba di Iran, vonis hukuman paling ringan adalah denda dengan jumlah yang cukup besar, sedangkan skenario terburuknya tentu divonis hukuman mati.

4. Indonesia

REUTERS

Perang melawan narkoba selalu didengungkan di Tanah Air. Undang-undangnya pun dikenal sangat ketat. Pemakainya saja bisa berurusan dengan polisi. Lebih dari itu, pengedar dan pemilik pabriknya bisa berujung ke hukuman mati.

Mereka yang terlanjur kecanduan harus segera melapor ke pihak berwenang untuk dirujuk melakukan rehabilitasi. Jika tidak, mereka bisa berakhir di sel penjara jika ketahuan. Tak hanya berlaku untuk WNI, warga negara lain pun, termasuk wisatawan, tak lolos dari peraturan ini. Sudah bukan hal baru lagi warga negara asing divonis hukuman mati lantaran terbukti sebagai pengedar narkoba.

5. Singapura

Twitter/ogundamisi

Negara tetangga Indonesia ini dikenal tak main-main menegakkan peraturannya. Membuang sampah sembarangan saja bisa didenda sangat besar, apalagi jika menyangkut narkoba. Pengedar narkoba diancam dengan hukuman mati, sedangkan hukuman untuk penggunanya tentu lebih ringan.

Jika kedapatan memiliki setengah ons ganja tanpa terbukti berbagi dengan orang lainnya, maka orang itu akan dianggap sebagai pengguna. Meski tak seberat pengedar, tetap saja hukuman untuk pengguna tak bisa dianggap enteng.

Hari Antinarkoba Sedunia yang jatuh tepat di hari ini, Rabu (26/6), bisa dijadikan momen agar kita makin peduli dan waspada terhadap benda terlarang ini. Selalu jauhi narkoba, ya! []