News

Ini 5 Fakta Penting Zenius Pecat 200 Karyawan, Akibat Kondisi Ekonomi

Zenius menyatakan bahwa alasan utama terjadi PHK tersebut sebagai dampak dari adanya kondisi makro ekonomi. 


Ini 5 Fakta Penting Zenius Pecat 200 Karyawan, Akibat Kondisi Ekonomi
Zenius (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Salah satu startup edukasi Tanah Air, Zenius dikabarkan telah memutus hubungan kerja sekitar 25 persen karyawannya. Dengan angka tersebut, sekitar 200 karyawan telah mengalami PHK dari Zenius. Zenius menyatakan bahwa alasan utama terjadi PHK tersebut sebagai dampak dari adanya kondisi makro ekonomi. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait PHK yang dilakukan oleh Zenius tersebut. 

1. Adaptasi kondisi makro ekonomi

Zenius Education menjadi salah satu perusahaan teknologi Tanah Air yang melakukan layoff atau pemutusan hubungan kerja dengan jumlah yang cukup besar. Zenius menyatakan bahwa penyebab utama dari keputusan tersebut adalah upaya adaptasi dari dinamisnya kondisi makro ekonomi yang saat ini sedang memengaruhi hampir seluruh industri. 

baca juga:

2. PHK 25 persen karyawan

Demi bisa terus beradaptasi dengan kondisi makro ekonomi tersebut, Zenius akhirnya memutuskan untuk mem-PHK 25 persen dari keseluruhan karyawan yang bekerja di perusahaannya. Dengan begitu, lebih dari 200 karyawan diharuskan meninggalkan Zenius. Meski begitu, perusahaan yang didirikan oleh Sabda PS tersebut memastikan bahwa seluruh karyawan yang di-PHK mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku. 

3. Terus melanjutkan asuransi

Salah satu hak yang akan didapatkan oleh sejumlah karyawan tersebut adalah terkait pesangon dengan nilai sesuai dengan undang-undang. Selain itu, Zenius juga akan terus melanjutkan manfaat asuransi kesehatan bagi karyawan yang di-PHK tersebut hingga tanggal 30 September 2022 mendatang termasuk bagi anggota keluarganya. 

4. Buka sejumlah peluang baru

Selain memberikan hak bagi para karywan yang di-PHK, Zenius juga membantu mendapatkan peluang baru. Zenius akan membagikan data pribadi kepada perusahaan atau institusi pendidikan lain jika karyawan-karyawan tersebut mengizinkan. Selain itu, bagi para tim pembuat konten disarankan untuk melamar posisi tentor di berbagai cabang Primagama, perusahaan edukasi yang telah diakuisisi Primagama. 

5. Tahun lalu masuk perusahaan dengan jumlah karyawan tertinggi

Keputusan tersebut terlihat berlawanan dengan pencapaian Zenius pada tahun lalu. Zenius masuk dalam daftar perusahaan Indonesia yang memiliki presentase pertumbuhan jumlah karyawan tertinggi pada kuartal III tahun 2021 lalu. Bahkan, pertumbuhan jumlah karyawan Zenius mencapai lebih dari 20 persen atau yang paling banyak merekrut karyawan baru. Sementara, sejumlah perusahaan teknologi lain yang masuk dalam daftar tersebut adalah Halodoc, Shopee, DANA, Tiket, hingga Ruangguru. 

Zenius juga menegaskan bahwa selama proses transisi, pihaknya memastikan bahwa semua hak dan dukungan untuk karyawan terpenuhi dengan baik.[]