News

Ini 5 Daerah dan Aturan Terbaru PPKM, Jabodetabek hingga DIY Masuk Level 3

Fakta aturan PPKM baru.


Ini 5 Daerah dan Aturan Terbaru PPKM, Jabodetabek hingga DIY Masuk Level 3
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). Tiga Menteri hari ini memaparkan tentang Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Pemerintah akan kembali menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 3 di sejumlah daerah di Jawa-Bali. Keputusan yang disampaikan oleh Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada hari Senin (7/1) tersebut menyatakan bahwa ada sejumlah perubahan terkait penerapan PPKM level 3. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait status PPKM Level 3. 

1. Empat wilayah PPKM Level 3

Dalam jumpa pers secara daring, pemerintah melalui Menko Marves menyatakan bahwa sejumlah daerah di Jawa-Bali akan ditingkatkan ke level 3. Beberapa wilayah tersebut adalah Jabodetabek, DI Yogyakarta, Bali, dan Bandung Raya.

baca juga:

2. Jam opreasional hingga jumlah pengunjung

Dengan informasi ini, maka aturan protokol kesehatan juga berubah. Jam operasional mal dan supermarket di wilayah PPKM Level 3 harus berakhir hingga pukul 21.00 WIB dan kapasitas jumlah pengunjung maksimal hanya 60 persen dari total kapasitas.

Tempat bermain anak dan tempat hiburan termasuk bioskop bisa tetap dibuka dengan maksimal jumlah pengunjung 35 persen dari kapasitas. Anak di bawah 12 tahun juga harus memiliki bukti vaksinasi paling tidak dosis pertama. Sedangkan pasar boleh buka hingga pukul 20.00 WIB dengan jumlah maksimal pengunjung 60 persen. 

3. Bukan karena tingginya kasus

Selain memberikan informasi terkait wilayah dan aturan PPKM level 3, Luhut juga memberikan informasi terkait latar belakang penerapan kebijakan tersebut. Alasan mengapa aturan PPKM level 3 kembali diterapkan adalah karena tingginya jumlah orang yang harus rawat inap di rumah sakit dan juga rendahnya angka tracing. Luhut menegaskan bahwa kebijakan ini bukan didasarkan pada tingginya kasus COViD-19. 

4. Dorong peningkatan tracing

Luhut juga meminta kepada seluruh pihak terkait untuk terus mendorong agar status PPKM dapat kembali normal. Beberapa caranya adalah dengan meningkatkan jumlah tracing dan menurunkan jumlah pasien rawat inap. Luhut menyarankan untuk menjalankan isolasi terpusat sebagai tempat perawatan bagi pasien yang terpapar namun tanpa gejala atau gejala ringan. Dengan begitu, tingkat rawat inap akan tetap rendah. 

5. Peningkatan perlindungan pada kelompok umur rentan

Selain itu, Menko Marves menyatakan bahwa penyesuaian level juga difungsikan untuk melindungi kelompok rentan seperti lansia dan kelompok yang belum vaksin dan komorbid. Dengan pengetatan terhadap kelompok tersebut, nantinya, tidak akan terpapar kembali oleh COVID-19 terutama terkait varian Omicron tersebut. 

Luhut juga menegaskan bahwa bagi orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap bahkan booster agar tidak panik dan mendorong mereka untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. []