Rahmah

Ini 4 Model Penafsiran di Dalam Al-Qur'an

Ini 4 Model Penafsiran di Dalam Al-Qur'an
Ilustrasi keajaiban Al-Qur'an (pinterest.com)

AKURAT.CO Al-Qur'an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Siapa yang membacanya maka akan mendapatkan pahala. Bahkan, membacanya setiap huruf akan dihitung pahala.

Al-Qur'an memiliki kandungan yang mendalam, yang tidak bisa dipahami hanya dengan terjemahan saja. Tetapi dibutuhkan pemahaman ilmu-ilmu Al-Qur'an dan juga ilmu-ilmu tafsir.

Di dalam Al-Itqan fi Ulum Al-Qur'an karya Manna Khalil Qatthan disebutkan ada empat model penafsiran atas Al-Qur'an. Ini penting diketahui agar kita bisa memahami sebuah tafsir Al-Qur'an yang beredar di mana pun.

baca juga:

Pertama, tafsir ijmali, atau dalam bahasa Indonesia tafsir global. Model tafsir ini biasanya lebih ringkas dibanding tafsir-tafsir yang lain. Biasanya juga lebih cepat menyimpulkan makna suatu ayat secara keseluruhan. 

Kedua tafsir tahlili, atau dalam bahasa Indonesia tafsir analitik. Model tafsir ini biasanya menafsirkan Al-Qur'an secara rinci dan komprehensif. Di dalamnya dikaji dari mulai makna perkata suatu ayat, sebab turun, makna teks dan konteks, kesalingan antar ayat dan surat, dan selainnya.

Ketiga, tafsir muqaran, atau dalam bahasa Indonesia tafsir perrbandinhan. Model tafsir ini biasanya membandingkan satu tafsir dengan tafsir-tafsir yang lain. Kemudian menemukan kelebihan dan kekurangan antar tafsir yang dibandingkan dan mengambil kesimpulannya.

Dan keempat, tafsir maudhu'i atau dalam bahasa Indonesia tafsir tematik. Model tafsir ini biasanya membahas tafsir bermula dari tema-tema tertentu. Menentukan temau terlebih dahulu untuk kemudian dicarikan penafsirannya menurut para ulama tafsir.

Itulah 4 model penafsiran di dalam Al-Qur'an. Seseorang tidak boleh menafsirkan Al-Qur'an hanya dengan terjemahan apalagi kemudian ia berfatwa mengatasnamakan ulama dan Al-quran. Al-Qur'an memiliki kandungan yang sangat mendalam yang harus dipahami dengan keiilmuan-keilmuan yang mumpuni. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu