Olahraga

Ini 3 Pelatih yang Bisa Bangkitkan Sektor Tunggal Putra Indonesia

Sejatinya ada beberapa sosok pelatih yang mampu memoles bakat tunggal putra Tanah Air hingga akhirnya berprestasi di panggung dunia.


Ini 3 Pelatih yang Bisa Bangkitkan Sektor Tunggal Putra Indonesia
Pelatih sektor tunggal putra, Hendry Saputra (PBSI)

AKURAT.CO, Sosok pelatih tunggal putra Indonesia belakangan menjadi perhatian serius para pecinta bulu tangkis di Tanah Air, hal itu menyusul kegagalan skuad Merah Putih mempertahankan gelar Piala Thomas 2022.

Pasalnya, pada final Piala Thomas 2022, Indonesia yang berstatus juara bertahan secara mengejutkan harus rela dipermalukan oleh India dengan skor telak 3-0.

Kegagalan tim putra Indonesia sontak membuat publik pecinta bulutangkis di Tanah Air kecewa. Pasalnya, di atas kertas kemampuan tim Thomas Indonesia berada cukup jauh di atas India.

baca juga:

Salah satu figur yang dikecewakan atas kegagalan tim Indonesia di Piala Thomas 2022 adalah sang legenda bulutangkis Tanah Air, Taufik Hidayat. Dia bahkan menyoroti kualitas pelatih tunggal putra Indonesia.

Padahal, dalam sejarah bulu tangkis Indonesia, sejatinya ada beberapa sosok pelatih yang mampu memoles bakat tunggal putra Tanah Air hingga akhirnya berprestasi di panggung dunia.

Berikut tiga nama pelatih yang dinilai mampu membawa tunggal putra Indonesia bersinar di panggung-panggung dunia.

Hendry Saputra

Nama pertama adalah Hendry Saputra. Pelatih asal Semarang ini mungkin sudah cukup dikenal oleh pecinta bulutangkis milenial, lantaran dirinya memang sempat berada di PBSI pada sejak tahun 2014 hingga 2022.

Selama era tersebut, memang belum ada tunggal putra Indonesia yang terlalu dominan dan konsisten berada di podium juara, namun berkat tangan dingin Hendry Saputra sejumlah tunggal putra muda Tanah Air berhasil unjuk kebolehan.

Tugas Hendry Saputra saat melatih di PBSI terbilang cukup berat, lantaran dirinya harus sesegera mungkin mencari pengganti Tommy Sugiarto, dan Sony Dwi Kuncoro yang mundur dari pelatnas.

Selama hampir tiga tahun perjuangannya mencari bibit baru tunggal putra, akhirnya Hendry Saputra menemukan dua pebulutangkis yang kini jadi andalan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Di bawah asuhannya, Anthony Ginting sukses meraih prestasi di turnamen-turnamen bergengsi, mulai dari juara China Open 2018 hingga merebut medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Jonatan Christie juga tak kalah hebat, dia mampu meraih medali emas SEA Games 2017 dan medali emas Asian Games 2018.

Mulyo Handoyo

Berikutnya ada Mulyo Handoyo. Sebelum era Hendry Saputra, sosok pelatih ini sudah lebih dulu jadi pahlawan bulutangkis Indonesia berkat tangan dinginnya dalam meramu tunggal putra Tanah Air.

Nama Mulyo Handoyo pernah menangani nomor tunggal putra Indonesia pada tahun 2000-an awal, dan jadi salah satu aktor penting keberhasilan Taufik Hidayat merajai panggung BWF saat itu.

Di bawah arahan Mulyo Handoyo, tunggal putra kelahiran Bandung tersebut sukses jadi tumpuan Indonesia di sejumlah turnamen termasuk saat meraih Piala Thomas tahun 2000 dan 2002.

Namun prestasi terbaik Taufik Hidayat bersama Mulyo Handoyo adalah saat meraih medali emas Olimpiade Athena 2004.

Tak hanya di Indonesia, tangan dingin Mulyo Handoyo juga sempat dirasakan beberapa negara seperti India dan Singapura. Terbukti, para tunggal putra dari kedua negara tersebut mampu jadi unggulan di sejumlah turnamen BWF.

Bahkan Tunggal putra India, Kidambi Srikanth yang pernah dilatih Mulyo Handoyo, mampu meraih empat gelar super series di tahun 2017 dan membuatnya melejit ke ranking 1 BWF tahun 2018.

Tong Sin Fu

Terakhir adalah Tong Sin Fu. Pelatih keturunan China ini juga punya sederet prestasi dan berjasa besar dalam kesuksesan tunggal putra Indonesia di panggung BWF.

Eksis di era 90-an, nama Tong Sin Fu sejatinya kalah tenar jika dibandingkan para anak asuhnya yang sampai sekarang masih melegenda baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Beberapa mantan tunggal putra polesan Tong Sin Fu antara lain Alan Budikusuma, Joko Supriyanto, Hermawan Susanto serta Haryanto Arbi.

Hampir semua tunggal putra diatas pernah berprestasi di puncak tertinggi BWF, bahkan Alan Budikusuma sukses mengharumkan nama Indonesia dengan menyabet emas Olimpiade Barcelona 1992.

Selain Alan Budikusuma, ketiga anak murid Tong Sin Fu diatas sejatinya juga punya prestasi mentereng. Semuanya bahkan mampu membantu Indonesia meraih Piala Thomas, serta jadi juara di Kejuaraan Dunia (kecuali Hermawan Susanto yang hanya bisa raih gelar runner up).[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com