Lifestyle

Ini 3 Bahasa Paling Banyak Dipakai di Kalimantan Tengah

pada dasarnya 23 bahasa yang digunakan secara luas di Kalimantan Tengah, tapi 3 bahasa yang banyak digunakan di Kalimantan Tengah


Ini 3 Bahasa Paling Banyak Dipakai di Kalimantan Tengah
Ilustrasi masyarakat suku dayak di Kalimantan Tengah (BORNEO24.COM)

AKURAT.CO, Kalimantan Tengah (Kalteng) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Kota Palangka Raya.

Dikutip dari laman Peta Bahasa Kemendikbud, pada dasarnya ada 23 bahasa yang digunakan secara luas di Kalimantan Tengah. Namun, Bahasa Dayak adalah bahasa yang paling banyak digunakan di Kalimantan Tengah.

Akan tetapi, Bahasa Dayak dibagi menjadi beberapa beberapa bahasa, yang dibedakan berdasarkan dialek. Berikut ini beberapa Bahasa Dayak yang dipakai di Kalimantan Tengah.

Bahasa Dayak Bara Injey  

Bahasa Dayak Bara Injey dituturkan oleh masyarakat di Desa Kota Baru, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, Bahasa Dayak Bara Injey merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan di atas 80% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Misalnya dengan bahasa Dayak Ngaju sebesar 82,75% dan dengan bahasa Dayak Pulau Telo sebesar 84,75%.

Bahasa Dayak Baram

Bahasa Dayak Baream dituturkan oleh masyarakat di Desa Bajuh, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, Bahasa Dayak Baream merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan di atas 80%, jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Misalnya perbedaan bahasa Dayak Baream dengan bahasa Sei Dusun, dengan bahasa Katingan dan dengan bahasa Bara Injey sebesar 91,25%, dan dengan bahasa Dayak Pulau Telo sebesar 90%.

Bahas Dayak Kapuas

Bahasa Dayak Kapuas dituturkan oleh masyarakat di Desa Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, Bahasa Dayak Kapuas merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 84,75%—98,75%, jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. 

Misalnya dengan Bahasa Balai, dengan Bahasa Dayak Bara Injey, dengan Bahasa Dusun Kalahien dan dengan Bahasa Dayak Ngaju.

Bahasa Dayak Pulau Telo

Bahasa Dayak Pulau Telo dituturkan oleh masyarakat di Desa Pulau Telo, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, Bahasa Dayak Pulau Telo merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81—100%, jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, misalnya dengan Bahasa Dayak Sei Dusun, Dayak Ngaju, dan Bahasa Dayak Bara Injey. 

Bahasa Dayak Sei Dusun

Bahasa Dayak Sei Dusun dituturkan oleh masyarakat di Desa Sei Dusun, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Kapuas Barat, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, Bahasa Dayak Sei Dusun merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81—100%, jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, misalnya dengan Bahasa Dayak Pulau Telo, Dayak Ngaju, Dusun Kalahien, Bayan, dan Dayak Bara Injey.

Sementara itu, persebaran Bahasa Banjar dana Bahasa Melayu di Kalimantan Tengah cukup besar, karena besarnya jumlah perantauan Suku Banjar asal Kalimantan Selatan dan Suku Melayu asal Sumatera, sehingga Bahasa Banjar dan Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa perdagangan dan bahasa sehari-hari.

Bahasa Banjar 

Bahasa Banjar dituturkan oleh masyarakat di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, di Desa Tanjungrangas, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, dan di Kelurahan Kuala Jelai, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Bahasa Banjar dituturkan di Kalimantan Tengah terdiri atas dua dialek, yaitu dialek Pematang Panjang yang dituturkan di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir dan di Desa Tanjungrangas, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Lalu, da dialek Kuala Jelai dituturkan di Kelurahan Kuala Jelai, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara. 

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri Peta Bahasa Kemdikbud, Bahasa Banjar merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 84%—94%, jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa di sekitarnya, misalnya bahasa Banjar dengan bahasa Dayak Kapuas.

Bahasa Melayu

Bahasa Melayu di Kalimantan Tengah dituturkan di sebagian wilayah Kabupten Kotawaringin Barat. Bahasa Melayu di Kalimantan Tengah juga dituturkan di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat; Desa Sungai Konyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat; Kelurahan Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Bahasa Melayu Kalimantan Tengah terdiri atas tiga dialek, yaitu (1) dialek Mendawai, dialek Kumai (Sei Konyer) dan dialek Kotawaringin Hulu. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan antardialek menunjukkan beda dialek yang berkisar 51%—80%. 

Sementara itu, isolek Melayu merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan Bahasa Banjar, dan Bahasa Dayak.[]