Tech

Ini 3 Alasan Pengguna 3G di Indonesia Tidak Beralih ke 4G

Tiga alasan utama mengapa banyak pengguna smartphone di Indonesia tidak pernah beralih ke teknologi 4G


Ini 3 Alasan Pengguna 3G di Indonesia Tidak Beralih ke 4G
Ilustrasi seseorang sedang membaca konten digital melalui smartphone, Jumat (19/6/2020). (Dokumen)

AKURAT.CO, Saat Indonesia sedang membuat langkah untuk mengadopsi jaringan generasi kelima (5G), sebagian besar masyarakat masih bergantung pada teknologi 3G. 

Analis OpenSignal, Hardik Khatri mengatakan masih besarnya ketergantungan terhadap teknologi 3G menjadi tantangan tersendiri bagi operator seluler, terutama untuk mematikan jaringan 3G dan menggunakan spektrum nirkabel tersebut untuk teknologi 4G yang lebih efisien dan tentunya 5G.

OpenSignal telah mencari tahu lebih lanjut alasan para pengguna teknologi 3G atau yang disebut sebagai “3G-only users” tidak pernah terhubung dengan 4G. Dari penelusuran yang dilakukan, terdapat tiga alasan utama mengapa banyak pengguna smartphone di Indonesia tidak pernah beralih ke teknologi 4G.

1. Pengguna Tidak Berlangganan 4G

Data OpenSignal menunjukkan 67,5% 3G-only users di Indonesia mempunyai smartphone berkemampuan 4G dan mereka menghabiskan waktu di area yang terjangkau oleh 4G.

Perusahaan melihat pengguna smartphone lain dapat terkoneksi pada 4G melalui operator seluler yang sama. Kemungkinan besar para 3G-only users ini tidak melakukan peningkatan berlangganan 4G (pengguna tidak sadar akan keuntungannya) atau pengguna menonaktifkan koneksi 4G pada ponsel mereka.

OpenSignal menyatakan hal yang dapat dilakukan oleh para operator seluler di Indonesia yakni mengajak sebagian besar 3G-only users melakukan migrasi ke 4G, nantinya ke 5G, dan menggunakan teknologi 4G yang modern dan efisien yaitu dengan meningkatkan pengalaman pengguna seluler secara keseluruhan.

Caranya dengan memperkenalkan tarif paket 4G yang menarik dan menjelaskan manfaat 4G terhadap pengalaman seluler yang lebih baik.

2. Pengguna Tidak Memiliki Perangkat Berkemampuan 4G

Sebanyak 16,8% dari 3G-only users di Indonesia menghabiskan waktu di area yang terjangkau oleh 4G. Namun, pengguna tidak memiliki perangkat yang dapat memanfaatkan 4G. 

Beberapa faktor mempengaruhi hal ini, contohnya, walaupun smartphone yang berkemampuan 4G semakin terjangkau, pengguna yang berpenghasilan rendah tetap tidak mampu untuk membeli. 

Selain itu, kemampuan digital yang terbatas menyebabkan pengguna tetap memanfaatkan smartphone yang mudah untuk dioperasikan, serta kurangnya pemahaman pengguna akan perbedaan antara perangkat 3G dan 4G.

3. Pengguna Tidak Terjangkau oleh Jaringan 4G

10,9% dari 3G-only users memiliki smartphone yang berkemampuan 4G, tetapi pengguna menghabiskan waktu di area yang tidak terjangkau 4G dari operator seluler mereka. 

Artinya, pengguna tidak memakai 4G karena area mereka tidak terjangkau oleh 4G. Sebagai tambahan, 4,9% dari 3G-only users tidak memiliki perangkat yang berkemampuan 4G dan mereka juga berada di area yang tidak terjangkau teknologi 4G, sehingga 15,8% masyarakat Indonesia tidak pernah memakai 4G.