News

Ingin Tanah Melayu Berjaya, Mahathir: Malaysia Harus Klaim Kepulauan Riau dan Singapura!

"Kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau karena keduanya adalah tanah Melayu," seru Mahathir Mohamad dalam Kongres Kelangsungan Hidup Melayu.


Ingin Tanah Melayu Berjaya, Mahathir: Malaysia Harus Klaim Kepulauan Riau dan Singapura!
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berpidato dalam Kongres Kelangsungan Hidup Melayu pada Minggu (19/6) di Selangor. (YouTube/AstroAwani)

AKURAT.CO Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Singapura pernah dimiliki oleh Johor. Menurutnya, negara bagian Johor seharusnya mengeklaim Singapura dan mengembalikannya ke Malaysia.

"Namun, tak ada tuntutan apa pun dari Singapura. Sebaliknya, kami menunjukkan apresiasi kami kepada kepemimpinan negara baru bernama Singapura ini," tambahnya, dilansir dari TNP Straits Times.

Selain itu, ia menyayangkan pemerintah Malaysia menganggap lebih berharga untuk memenangkan kendali atas pulau Sipadan dan Ligitan di lepas pantai Kalimantan melawan Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ), tetapi menyerahkan 'sepotong batu sebesar meja', Pedra Banca, ke Singapura.

baca juga:

"Seharusnya kita tak hanya menuntut agar Pedra Branca atau Pulau Batu Putih dikembalikan kepada kita. Kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau karena keduanya adalah tanah Melayu," ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Pernyataan kontroversial itu disampaikannya pada Minggu (19/6) di Selangor dalam acara Kongres Kelangsungan Hidup Melayu yang digelar oleh sejumlah organisasi nonpemerintah.

Menurut Mahathir dalam pidato pembukaannya, Tanah Melayu dulunya luas, membentang dari Tanah Genting Kra di Thailand selatan hingga Kepulauan Riau dan Singapura, tetapi kini terbatas di Semenanjung Malaya.

"Saya bertanya-tanya apakah Semenanjung Malaya akan menjadi milik yang lainnya di masa depan," ungkapnya.

Tak sampai di situ, baginya, Malaysia saat ini bukan milik bumiputra lantaran banyak orang Melayu yang tetap miskin dan cenderung menjual tanahnya.

Ia pun menasihati para hadirin agar belajar dari masa lalu.

"Jika kita menyadari kesalahan kita, kita harus memperbaiki kesalahan ini, sehingga tanah kita tetap Tanah Melayu," sarannya.

ICJ memutuskan pada 2002 bahwa Sipadan dan Ligitan milik Malaysia dan bukan milik Indonesia.

Pada 2008, ICJ memutuskan bahwa Pedra Branca milik Singapura, sementara kedaulatan atas Batuan Tengah di dekatnya diberikan kepada Malaysia.

Pada 2017, Malaysia mengajukan permohonan kepada ICJ untuk merevisi putusan ini. Namun, pada Mei 2018, setelah Mahathir menjadi perdana menteri lagi, Malaysia mengumumkan kalau mereka akan menghentikan proses tersebut. []