News

Ingin Steril dari Corona, Warga Korsel Ini Masukkan Uang Rp281 Juta ke Mesin Cuci


Ingin Steril dari Corona, Warga Korsel Ini Masukkan Uang Rp281 Juta ke Mesin Cuci
Uang kertas rusak milik warga Korea Selatan bermarga Kim akibat dipanaskan dalam microwave (Associated Press)

AKURAT.CO, 'Money-laundry' atau pencucian uang tentu merupakan perbuatan tercela. Namun, dalam arti harfiahnya, perbuatan ini ternyata juga merugikan diri sendiri, seperti yang dialami seorang warga Korea Selatan. Ia diketahui sengaja mencuci uangnya agar steril dari virus corona.

Dilansir dari Associated Press, seorang warga bermarga Eom memasukkan uang kertas pecahan 50 ribu won (Rp615 ribu) ke dalam mesin cuci awal tahun ini. Tak hanya bersih dari virus corona, sebagian besar uang itu rusak parah. Warga yang tinggal di kota Ansan itu lantas menghubungi Bank Korea untuk bertanya apakah uang itu dapat ditukar dengan uang kertas yang baru.

 Associated Press

Berdasarkan peraturan bank tentang penukaran uang kertas yang rusak, sobek-sobek, dan terkontaminasi, ia diberikan uang kertas baru dengan total sekitar 23 juta won (Rp281 juta). Menurut keterangan Pejabat Bank Korea Seo Jee Woun, jumlah uang kertas pecahan 50 ribu won yang ditukar adalah 507 lembar. Namun, bank tak mengganti semuanya karena ada lembaran yang kerusakannya terlalu besar. Pihak bank juga tak tahu persis berapa banyak uang yang coba dicucinya.

Ganti rugi yang bisa diberikan Bank Korea tergantung pada seberapa serius kerusakan uang kertas itu. Jika hanya rusak sedikit, pihak bank bisa mengganti penuh sesuai nominalnya. Namun, jika kerusakannya besar, ganti ruginya hanya mencapai setengahnya atau bahkan tidak diganti sama sekali.

Tak hanya mesin cuci, seorang warga Korea Selatan lainnya juga mencoba menyeterilkan uangnya dari virus corona dengan memasukkannya ke microwave. Warga bermarga Kim itu lantas diberikan ganti uang kertas baru senilai 5,2 juta won (Rp64 juta).

Kejadian ini membuat Bank Korea Selatan mengimbau warganya agar tak mencoba menyeterilkan uang dalam mesin cuci dan microwave. Pasalnya, efek desinfektannya masih belum jelas dan tidak masuk dalam panduan antivirus di Negeri Ginseng itu.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu