Ekonomi

Ingin PHK 1.500 Karyawan, Gimana Nasib Saham Unilever ke Depan?

nilai saham Unilever (UNVR) kedepan tidak tumbuh tinggi atau hanya tumbuh terbatas


Ingin PHK 1.500 Karyawan, Gimana Nasib Saham Unilever ke Depan?
Logo Unilever Global (Instagram/unilever)

AKURAT.CO Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada memproyeksi nilai saham Unilever (UNVR) kedepan tidak tumbuh tinggi atau hanya tumbuh terbatas. Pasalnya, grup Unilever yang merupakan perusahaan dengan karakter produksi massal, telah menguasai mayoritas pangsa pasar dari produk yang dimilikinya.

“Jadi ketika tidak ada produk baru yang dikeluarkan, maka upaya yang dilakukan Unilever lebih kepada menjaga pangsa pasar,” kata Reza Priyambada saat dihubungi Akurat.co, Jumat (28/1/2022).

Besarnya pangsa pasar yang dimiliki Unilever, kata dia, membuat perusahaan tersebut cenderung sulit meningkatkan produksi untuk memperlebar profit perusahaan.

baca juga:

“ Ini Unilever ibaratnya semua Indonesia telah memakai produknya. Jadi mau ekspansi kemana lagi,” ujar Reza Priyambada.

Lain halnya jika Unilever membuka potensi bisnis baru. Maka upaya itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan nilai saham perusahaan multinasional tersebut.

“ Kecuali kalau mereka ada bisnis baru, misalkan mereka investasi di startup ritel gitu. Itu masih dimungkinkan (pertumbuhan),” kata Reza.

Adapun jika Unilever tetap di bisnis yang ada sekarang, peluangnya memang sudah terbatas. Sehingga lebih ke arah menjaga pangsa pasar saja.

Sebelumnya, posisi saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) tercatat menurun 0,25 persen di posisi 4.050 pada Jumat (28/1/2022) sore. Hal itu menyusul rencana perusahaan multinasional tersebut akan mengubah model bisnisnya.

Perubahan tersebut sejalan dengan rencana Uniliever yang akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 1.500 karyawan secara global. Hal itu sebagaimana rencana pengurangan 15 persen jabatan senior dan 5 persen jabatan junior di perseroan.

Pada pembukaan sesi pagi, saham UNVR langsung turun ke Rp4.120 dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp4.130.

Sepanjang hari, pergerakan saham UNVR berada dikisaran Rp4.120-Rp4.050. Saham UNVR akhirnya ditutup Rp4.060, alias turun 1,69 persen atau 70 poin. 

Pelemahan saham UNVR terjadi setelah sehari sebelum Unilever global mengumumkan perubahan pada model organisasinya untuk menjadikannya bisnis yang lebih sederhana dan lebih berfokus pada beberapa kategori saja, yakni Beauty & Wellbeing, Personal Care, Home Care, Nutrition, dan Ice Cream.[]