Ekonomi

Ingin Perekonomian Inklusif Dua Tantangan Jadi Batu Sandungan Terbesar, Apa Itu?

tingkat inklusi keuangan masih sebesar 81,4 persen, sedangkan Pemerintah memiliki target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024

Ingin Perekonomian Inklusif Dua Tantangan Jadi Batu Sandungan Terbesar, Apa Itu?
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Inklusi keuangan yang saat ini masih terbilang rendah tak dapat dipungkiri harus kian diperhatikan, mengingat inklusi keuangan mampu mendukung upaya pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di tahun 2020, Survei Nasional Keuangan Inklusif yang diselenggarakan oleh Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (S-DNKI) mencatat tingkat inklusi keuangan masih sebesar 81,4 persen.

Sedangkan Pemerintah memiliki target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024.

Direktur sekaligus Head of Marketing PT BNP Paribas AM, Maya Kamdani menilai ada dua hal yang menjadi tantangan besar untuk meningkatkan perekonomian yang inklusif, yaitu literasi keuangan yang masih rendah dan akses terhadap sektor finansial formal bagi lapisan masyarakat yang lebih luas.

baca juga:

Karenanya dibutuhkan komitmen untuk turut berkontribusi dalam peningkatan inklusi ini melalui dua aspek, yaitu melalui kesetaraan dan akses terhadap edukasi keuangan.

Selain itu, keterlibatan perempuan dalam kegiatan perekonomian juga berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Suatu perekonomian dimana jika kaum perempuan diberikan kesempatan yang sama atau terdapat gender equality, maka negara tersebut dapat merasakan manfaat ekonominya.

Seperti yang disebutkan dalam studi yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute, kesetaraan gender dapat memberikan tambahan 11 persen dari PDB global, atau nilainya setara dengan 12 triliun dollar AS.

Sementara itu, menurut Global Woman Financial Literacy Index, akses keuangan wanita di Indonesia saat ini masih 4 persen di bawah pria. Merespons hal tersebut, PT BNP Paribas AM menegaskan pihaknya menggelontorkan berbagai upaya dalam program-program edukasi dan pemberdayaan untuk mendukung kesetaraan gender.

" Sejak tahun 2019 PT BNP Paribas AM melalui reksa dananya yang bertemakan impact investing juga telah mendukung program pemberdayaan perempuan dan UMKM lewat pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bagi kelompok perempuan muda di berbagai daerah di Indonesia, " ujarnya.

Adapun melalui reksa dananya yang lain yang bertemakan Sustainable Responsible Investment (SRI), dengan menyisihkan sebagian dari dana kelolaan reksa dana tersebut, sejak tahun 2018, Perusahaan telah mendanai program pelestarian dan ketahanan sumber pangan lokal (sorghum) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyasar ke lebih dari 150 petani wanita di daerah tersebut.