Tech

Ingin Kerja di Tiktok ? Ini Kisah Mulai dari Kurang Tidur Hingga Tekanan Kerja

Tiktok salah satu aplikasi yang tengah viral dan digandrungi oleh masyarakat. Bahkan banyak pengguna menjadikan Tiktok sebagai alat untuk berbisnis.


Ingin Kerja di Tiktok ? Ini Kisah Mulai dari Kurang Tidur Hingga Tekanan Kerja
Tiktok luncurkan efek AR (Istimewa)

AKURAT.CO Tiktok menjadi salah satu aplikasi yang tengah viral dan digandrungi oleh masyarakat. Bahkan banyak pengguna menjadikan Tiktok sebagai alat untuk berbisnis.

Namun, tahukan kamu, di balik kesuksesan dan keseruan pada aplikasi Tiktok ada yang hal yang tidak diketahui oleh para penggunanya. Pasalnya, ada kisah yang tidak menyenangkan dari para mantan karyawan Tiktok.

Mulai dari jam kerja yang cukup panjang, kondisi kerja yang penuh tekanan, hingga budaya kerja di Tiktok.

baca juga:

Dikutip The Verge, Selasa (10/5/2022) menurut laporan dari The Wall Street Journal (WSJ) mantan karyawan Tiktok yang berbasis Los Angeles mengungkapkan, jam kerja pada Tiktok sangat buruk dan tidak ada waktu untuk istirahat atau tidur.

Menurut pengakuan karyawan dalam bekerja telah menghabiskan sekitar 85 jam per minggu untuk rapat dan menyelesaikan pekerjaan mereka.

Sementara itu, Mantan manajer produk senior lainnya, Melody Chu, mengungkapkan dirinya telah bekerja hingga larut malam.

Bahkan, karena hal tersebut menyebabkan kurang tidur dan penurunan berat badan. Berdasarkan laporan WSJ, karyawan bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam enam hari per minggu.

Semenyara ByteDance, perusahaan induk Tiktok menetapkan jam kerja 63 jam per minggu, yang terdiri dari jam 10 pagi hingga 7 malam, lima hari per minggu.

Tidak jelas apakah jadwal semacam ini juga akan diterapkan di luar Cina, tetapi seperti yang dicatat WSJ banyak karyawan mengatakan jam kerja yang lebih lama.