News

Ingin Hukum Myanmar, Pengadilan AS Minta Facebook Rilis Data Konten Anti-Rohingya

Hakim mengkritik Facebook karena tak memberikan informasi kepada penyidik yang berusaha menuntut Myanmar atas kejahatan terhadap minoritas Muslim Rohingya.


Ingin Hukum Myanmar, Pengadilan AS Minta Facebook Rilis Data Konten Anti-Rohingya
Ilustrasi Facebook. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO Facebook telah menutup sejumlah akun yang terkait dengan kekerasan anti-Rohingya di Myanmar. Seorang hakim federal Amerika Serikat (AS) pun memerintahkan agar raksasa media sosial itu merilis catatannya, menurut laporan Wall Street Journal.

Dilansir dari Reuters, hakim di Washington ini mengkritik Facebook karena tak memberikan informasi kepada penyidik yang berusaha menuntut Myanmar atas kejahatan internasional terhadap minoritas Muslim Rohingya. Perusahaan Mark Zuckerberg itu menolak untuk merilis data tersebut. Alasannya, tindakan itu akan melanggar undang-undang AS yang melarang layanan komunikasi elektronik untuk mengungkapkan komunikasi pengguna.

Di sisi lain, hakim berdalih bahwa unggahan yang dihapus tak akan tercakup oleh hukum.

Gambia tengah mencari dokumen tersebut sebagai bagian dari kasus Myanmar yang sedang diburu Pengadilan Internasional di Den Haag atas tuduhan melanggar Konvensi 1948 PBB tentang Genosida. Namun, otoritas Myanmar menyangkal melancarkan kekejaman sistematis dengan dalih memerangi pemberontak.

Lebih dari 730 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine, Myanmar, pada Agustus 2017. Pasalnya, militer melancarkan tindakan keras yang menurut pengakuan para pengungsi termasuk pembunuhan massal dan pemerkosaan.

Kelompok HAM pun mendokumentasikan pembunuhan warga sipil dan pembakaran desa.

Shannon Raj Singh, penasihat HAM, mengatakan di Twitter bahwa keputusan Facebook sangat penting.

"Inilah salah satu contoh utama relevansi media sosial dengan pencegahan dan respons kekejaman modern," tulisnya.[]