Tech

Ingin Berselancar di Internet, Perhatikan Rekam Jejak Digitalmu!

Kemekominfo RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.


Ingin Berselancar di Internet, Perhatikan Rekam Jejak Digitalmu!
Ilustrasi - Kejahatan Siber. (pexels.com/tima-miroshnichenko)

AKURAT.CO, Aspek keamanan perlu dikedepankan dalam penggunaan teknologi. Sebab, pengguna internet, secara tidak sadar akan meninggalkan rekam jejak digitalnya (digital footprint). 

Banyak hal yang dilakukan setiap saat berselancar di internet, antaralain menggunggah foto, video, status, komentar di platform digital dan masih banyak lainnya. Kesemua data ini bisa saja akan tersimpan abadi di Internet. Oleh sebab itu, aspek keamanan perlu diperhatikan. 

“Jejak digital itu adalah jejak data yang kita tinggalkan saat menggunakan perangkat digital. Jejak digital berpotensi untuk dicari, dicuri, dilihat, disalin, dipublikasikan, hingga disalahgunakan oranglain untuk melakukan kejahatan,” kata Ketua Komite Kampanye dan Publikasi Mafindo, Yuli Setiyowati saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur  belum lama ini.

baca juga:

Sekedar info, bahwa Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.   

Yuli melanjutkan jejak digital ini sejatinya harus dikelola dengan baik demi reputasi profesional. Sebab, ada saja pihak-pihak yang merusak dan mencari keuntungan dengan menjual data-data pribadi. Data- data pribadi itu-lah mereka akan lacak dari jejak digital. 

Disampinglain contohnya, Yuli menjelaskan bahwa semakin kini bagian Human Resource Development (HRD) di perusahaan tertentu justru memanfaatkan jejak digital untuk menyeleksi calon karyawan. 

“Postingan di media sosial atau dunia digital adalah cerminan dunia nyata. Jadi ketika di media sosial suka menghujat, maka di dunia nyata tidak akan jauh korelasinya. Jadi harus berhati-hati," jelas Yuli.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.

Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori Sedang.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada 2024.[]