Olahraga

Inggris Tuduh UEFA Siapkan Alibi Salahkan Suporter Sebelum Final Liga Champions

Polisi Prancis diketahui menyemprotkan gas air mata ke ribuan suporter Liverpool yang tertahan di gerbang masuk Stade De France.

Inggris Tuduh UEFA Siapkan Alibi Salahkan Suporter Sebelum Final Liga Champions
Suporter Liverpool tertahan di luar Stade De France, Paris, Prancis, menjelang final Liga Champions 2022-2023, 28 Mei 2022. (TWITTER/Football Tweet)

AKURAT.CO, Inggris dan Liverpool tampaknya belum selesai dengan insiden kerusuhan pada final Liga Champions 2022-2023 di Stade De France, Paris, Prancis, 28 Mei 2022. Liverpool dan media Inggris menuduh bahwa Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) telah mengondisikan alibi menyalahkan suporter sebelum hari pertandingan.

The Guardian menurunkan laporan visual yang menunjukkan bahwa suporter Liverpool sudah tiba di stadion tiga jam sebelum sepakmula. Sementara itu, UEFA memberitahukan melalui layar besar di stadion bahwa sepakmula ditunda karena keterlambatan suporter Liverpool.

“Saya benar-benar terkejut dan merasa ngeri mendengar bahwa UEFA memiliki pernyataan yang sudah disiapkan untuk menyalahkan suporter sebagai penjelasan standar untuk penundaan sepakmula,” kata anggota parlemen Inggris, Ian Byrne.

baca juga:

“Untuk melakukan hal itu kepada suporter Liverpool setelah semua yang terjadi adalah hal yang menakutkan. Kami perlu jawaban penuh soal bagaimana seluruh keputusan yang sudah mereka keluarkan.”

Sekitar 15 ribu suporter Liverpool berada dalam keadaan berbahaya ketika mengantre di gerbang stadion. Beberapa video yang dimuat oleh media Inggris menunjukkan bahwa polisi dan petugas keamanan setempat dengan sengaja menyemprotkan gas air mata ke suporter Liverpool.

Bagi Liverpool insiden tersebut tidak bisa dianggap sebagai kekacauan biasa mengingat mereka punya trauma terhadap peristiwa Hillsborough 1989. Ketika itu, 97 suporter meninggal dunia karena kelalaian polisi pada semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest di Stadion Hillsborough, Sheffield.

Walikota Liverpool, Steve Rotherham, telah meminta pemeriksaan independen UEFA untuk peristiwa di Paris. Rotherham juga mengkonfrontasi Presiden UEFA, Alexander Ceferin, tentang keberadaan sang presiden di area VIP stadion pada laga antara Liverpool dan Real Madrid tersebut.

“Itu di luar buku panduan, mereka tidak akan mengambil tanggung jawab. Saya merasakan suasana di area VIP bahwa mereka tidak ingin bertanggungjawab sebagai organisasi,” kata Rotherham.

Final di Stade De France merupakan keputusan darurat karena sedianya pertandingan dijadwalkan di St Petersburg, Rusia. Namun, invasi Rusia ke Ukraina membuat UEFA memindahkan laga puncak ke Paris yang akhirnya dimenangi oleh Real Madrid dengan skor 1-0.[]