Olahraga

Inggris Sebut Rusia Rencanakan Serangan Maya terhadap Olimpiade Tokyo

Rusia saat ini masih dalam sanksi larangan bertanding di olimpiade karena kasus doping yang disponsori negara.


Inggris Sebut Rusia Rencanakan Serangan Maya terhadap Olimpiade Tokyo
Pekerja bersiap untuk membawa simbol Olimpiade raksasa dengan kapal di Odaiba Marine Park, Tokyo, Jepang, Kamis (6/8/2020). Simbol tersebut dipindahkan sementara untuk perawatan dan akan dipasang kembali pada Desember mendatang. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

AKURAT.CO, Pusat Keamanan Cyber Nasional Inggris mengungkapkan adanya rencana serangan maya terhadap penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Temuan yang bekerjasama dengan sejumlah agensi intelijen Amerika Serikat itu mengarahkan tuduhan pada lembaga intelijen Rusia.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, serangan maya tersebut ditujukan untuk mengganggu persiapan dan pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Rusia diduga melakukannya dengan tujuan menyerang sejumlah lembaga yang mengajukan permintaan untuk penyelidikan kasus doping negara tersebut.

Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo sejauh ini menegaskan belum ada dampak signifikan yang terlihat dari operasi serangan maya tersebut. Tokyo menegaskan bahwa mereka akan memperlakukan keamanan maya sebagai sesuatu yang penting untuk menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

“Tokyo 2020 melihat keamanan maya sebagai aspek penting dalam penyelenggaraan perhelatan, dan Komite Penyelenggara Tokyo 2020 telah mengambil tindakan berskala tertentu dan melakukan persiapan menyeluruh,” ucap Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 dalam pernyataannya.

“Meskipun kami tidak bisa membuka rincian tindakan antisipasi karena sifat topik ini, kami akan bekerja secara rapat dengan sejumlah organisasi dan otoritas yang relevan untuk memastikan bahwa itu diterapkan secara menyeluruh.”

Sementara itu, juru bicara pemerintah Jepang, Katsunobu Kato, menegaskan bahwa mereka akan melakukan semua hal untuk membuat Olimpiade Tokyo bebas dari serangan maya. Jepang menganggap perlawanan terhadap serangan maya merupakan perlindungan terhadap demokrasi.

“Kami tidak bisa mengabaikan niat buruh serangan maya yang bisa merusak pondasi demokrasi,” kata Kato.

Pemerintah Jepang juga berencana melayangkan protes resmi ke pemerintah Rusia di Moskow jika serangan maya tersebut benarp-benar dilancarkan oleh negara tersebut.

Serangan maya dituduhkan ke Rusia sejalan dengan hukuman larangan bertanding untuk atlet yang membawa bendera negara tersebut selepas Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Rusia masih berada dalam sanksi atas penggunaan doping secara sistematis yang disponsori negara dalam satu dekade terakhir.[]